Rabu, 21 Juni 2017

Kebiasaan Ini Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Jakarta, OG Indonesia -- Pemerintah telah melakukan penyesuaian tarif listrik untuk untuk pelanggan rumah tangga mampu berdaya 900 VA, dengan jumlah sekitar 19 juta rumah tangga sejak awal tahun 2017. Pelanggan listrik pun harus berhemat dan perlu tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang bisa buat tagihan listrik jebol.

Dengan adanya kebijakan pemerintah dalam memberikan subsidi tepat sasaran, maka golongan tarif R-1/900 VA khusus masyarakat mampu telah diberlakukan kenaikan tarif secara bertahap setiap 2 bulan sejak awal tahun 2017, yaitu 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, serta 1 Mei 2017. Dan pada 1 Juli 2017 tarif listrik akan mengikuti tarif keekonomian.

Sebelum penyesuaian tarif listrik, golongan 900 VA hanya membayar Rp 605 setiap konsumsi listrik per kWh. Namun nantinya pada saat penerapan tarif sesuai harga keekonomian akan menjadi sekitar Rp 1.467,28 per kWh.

Biaya listrik yang naik akibat subsidi dicabut untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya mencapai belasan juta pelanggan tersebut tentunya akan membebani masyarakat jika tidak melakukan penghematan listrik. 

Pihak PLN pun mengingatkan agar pelanggan PLN tidak terbebani dengan tarif baru, maka penghematan listrik harus dilakukan. Perlu diperhatikan perhitungan pemakaian listrik, di mana untuk setiap 1 kilowatt hour (kWh) adalah pemakaian listrik sebesar 1 kilowatt atau 1.000 watt yang dipakai selama sekian jam terus-menerus.

"Jadi kalau ada beban listrik 1.000 watt dipakai sekian jam terus-menerus, itulah 1 kWh," kata Syamsul Huda, General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) di kantor PLN Disjaya, Selasa, (20/06).

Syamsul Huda pun mencontohkan pemakaian listrik dari setrika listrik yang sebesar 250 watt. "Kalau dipakai 4 jam terus-menerus, maka itu baru menyerap 1 kWh. Dari mana? 250 watt dikali 4 itu kan 1.000 watt," jelasnya.

Karena itu, diungkapkan olehnya, sebaiknya pelanggan PLN meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi listrik dengan mencolokkan peralatan listrik dalam posisi stand by padahal sedang tidak digunakan. Sebab posisi stand by tersebut akan terus mengkonsumsi listrik yang tentunya biayanya akan masuk ke tagihan pelanggan.

Ia pun bercerita ada pelanggan PLN yang sedikit memakai listrik tetapi biaya tagihan listriknya ternyata tinggi. "Ternyata setelah kita cek ke lapangan mereka menggunakan rice cooker yang menyala 24 jam dan itu mengkonsumsi listrik," terangnya.

Syamsul Huda pun memberi daftar beberapa peralatan elektronik rumah tangga yang boros mengkonsumsi listrik apalagi jika dipakai terus menerus, seperti AC, water heater sampai dispenser.

"Water heater itu kalau dinyalakan 24 jam juga bisa mengkonsumsi energi listrik besar. Dispenser juga seperti itu, jadi kalau kita punya dispenser dan ditinggal kira-kira selama seminggu keluar kota, lebih baik dimatikan total, jangan hanya stand by saja," paparnya.

"Jadi kita harus bijak memakai listrik, kira-kira mana yang perlu dicolok terus-menerus, dan mana yang tidak," tutup Syamsul Huda. RH