Kamis, 22 Juni 2017

Medco, Bahana Artha Ventura, dan MUI Berdayakan Ekonomi Umat

Jakarta, OG Indonesia -- Kongres Ekonomi Umat yang dibuka Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 22-24 April lalu di Jakarta menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memajukan perekonomian umat di Indonesia. Di antara rekomendasi tersebut adalah komitmen untuk menggerakkan koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional.

Tak hanya berniat menggerakkan, Kongres Ekonomi Umat juga merekomendasikan adanya mitra sejajar antara pengusaha besar dengan koperasi dan UMKM dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi.  

Untuk mendukung terwujudnya perekonomian umat yang kuat sebagaimana yang dirumuskan dalam kongres itu Medco Group, BUMN PT. Bahana Artha Ventura (BAV), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan “Program Arus Baru Ekonomi Indonesia”. 

Ini merupakan program pemberdayaan ekonomi umat yang melibatkan banyak pihak termasuk pondok-pondok pesantren dan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Acara yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Juni 2017 di Griya Jenggala, Jakarta Selatan, ini dihadiri antara lain oleh founder Medco Group Arifin Panigoro, Ketua MUI Ma’ruf Amin, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. 

Arifin Panigoro mengungkapkan bahwa sejak awal Medco Group memang berkomitmen untuk terlibat dalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat ini. “Karena tujuannya jelas, agar masyarakat punya budaya entrepreneurship, meningkatkan penghasilan, dan pada akhirnya mensejahterakan umat,” katanya.  

Ada pun Ketua MUI, Ma’ruf Amin, menyatakan lembaganya akan terus mendorong dan mengawal pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi umat ini hingga seluruh Indonesia. “Dari tingkat pusat hingga MUI di daerah-daerah akan terlibat dalam gerakan ini sehingga perekonomian umat bisa terangkat,” ujarnya.  

Bagi Medco, BAV, dan MUI peluncuran program ini merupakan upaya untuk mempercepat pelaksanaan pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. 

Sebagai tahap awal, sejumlah pondok pesantren, ormas Islam, koperasi, dan UMKM dari empat provinsi di Indonesia dilibatkan dalam program ini. Dua perusahaan inti dan Perusahaan Modal Ventura Daerah yang terafilisasi dengan BAV juga akan ikut dalam penandatanganan kesepakatan itu. Bersama Medco dan MUI, berbagai pihak yang akan terlibat dalam program juga akan melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) untuk beberapa pilot project penguatan ekonomi umat. 

Pilot project yang akan diluncurkan dalam “Program Arus Baru Ekonomi Indonesia” ini di antaranya adalah “Program Domba Nasional (Prodombas)” yang melibatkan sembilan mitra usaha dan satu perusahaan inti di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Selain itu, turut diresmikan “Program Konco Jagung” di Bojonegoro, Jawa Timur. Dan terakhir adalah “Program Pengasuhan Bisnis” yang melibatkan perusahaan, pondok pesantren, dan Perusahaan Modal Ventura Daerah. 

Program Arus Baru Ekonomi Indonesia merupakan wujud nyata kemitraan antara ulama, swasta dan pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat.

Untuk Prodombas, selain diarahkan sebagai penguatan ekonomi pesantren dan ormas Islam yang dijalankan dengan semangat ‘Taawun’ (bergotong royong) dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan umat, juga bertujuan mendorong pencapaian swasembada daging nasional dan peningkatan angka kecukupan protein hewani masyarakat Indonesia. 

Sementara “Program Konco Jagung”, yang akan menempati 6.000 hektare lahan di Bojonegoro, Jawa Timur, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor jagung nasional yang setiap tahun mencapai 2,4 juta ton. Muara dari program ini adalah menguatnya perekonomian umat, terutama petani. 

Ada pun “Program Pengasuhan Bisnis” merupakan kolaborasi antara perusahaan dan UMKM yang sukses dibina oleh Perusahaan Modal Ventura Daerah dengan sejumlah pesantren. Kolaborasi ini diharapkan bisa menularkan semangat kewirausahaan komunitas pesantren dengan cara belajar langsung di UMKM atau pun perusahaan yang sudah sukses.  

Dengan tiga pilot project tersebut, Arifin Panigoro optimistis program ekonomi umat di Indonesia akan cepat bergulir sehingga bisa membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. 

“Pemerintah tidak boleh ditinggalkan sendirian dalam membangun ekonomi umat. Swasta, Ormas Islam, UMKM, dan yang lebih penting lagi pesantren, harus bergerak bersama mewujudkan kesejahteraan. Kita harus berada di garda depan untuk membangun ekonomi umat yang kokoh,” ujar Arifin. 

Arifin berharap pilot project ini ke depan bisa diduplikasi ke daerah lain. “Kita harapkan pilot project ini akan dikembangkan pula di daerah lain. Jika ada seratus, lalu seribu pesantren yang kuat secara ekonomi, tentu kita akan memiliki umat yang berdaya dan Indonesia yang sejahtera,” tutupnya. RH