Selasa, 13 Juni 2017

Pertamina Lubricants Bidik 15 Besar Dunia di Tahun 2020

Afandi, Direktur Utama PT Pertamina
Lubricants (tengah).
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan Pertamina yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri serta base oil, memproyeksikan menjadi pemain global di industri pelumas dan masuk ke posisi 15 besar dunia pada 2020.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan terus berupaya untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional dan meningkatkan kualitas produk.

"Sekarang ini kami punya tiga pabrik di Indonesia yaitu di Jakarta, Cilacap, dan Gresik, dan satu anak perusahaan kami yang di Thailand. Secara bisnis, overseas itu masih sekitar 10 persen dari total sales kami. Jadi masih cukup untuk bisa dikembangkan," kata Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Afandi di Jakarta, Senin (12/06).

Dipaparkan olehnya peluang penjualan pelumas dari Pertamina Lubricants di luar negeri masih sangat terbuka lebar, khususnya di negara-negara seperti Australia, Vietnam, Singapura, dan Afrika Selatan. Sementara untuk di dalam negeri, Pertamina Lubricants telah menjadi market leader di industri pelumas tanah air dengan menguasai sekitar 60% pasar. 

Untuk memenuhi kebutuhan dari pasar pelumas domestik dan luar negeri, Pertamina Lubricants memperkuat sumber daya manusia, teknologi, hingga fasilitas produksi, melalui proses R&D yang berkelanjutan. Seperti pabrik pelumasnya di Jakarta yang sudah menjadi pabrik pelumas terintegrasi terbesar di Asia Tenggara yang dilengkapi dengan LOPB Plant, VM Plant, dan Grease Plant.

"Saat ini Pertamina Lubricants memiliki kemampuan produksi mencapai 535 ribu kiloliter per tahun," tegas Afandi. 

Ditambahkan olehnya, di samping memiliki tiga pabrik, Pertamina Lubricants juga diperkuat dengan adanya tiga gudang untuk menjaga stok nasional, 24 Depot Supply Point, tujuh Sales Region, lebih dari 160 distributor, lebih dari 2.000 outlet Bright Olimart, Olimart, Bengkel Enduro, dan Enduro Express serta penjualan di lebih dari 5.000 SPBU. RH