Rabu, 07 Juni 2017

Sandiaga: Indonesia Kaya Energi, Tapi Rakyat Belum Menikmatinya

Sandiaga S. Uno memberikan kuliah
umum di kampus Universitas Pertamina.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Dalam kesempatan berbagi ilmu dengan para mahasiswa Universitas Pertamina, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga S. Uno mengatakan bahwa terjadi sebuah paradoks di Indonesia yang sebenarnya kaya akan sumber energi namun pemanfaatannya belum bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

"Terjadi paradoks. Indonesia negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, negeri yang sumber energinya berlimpah mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi, geothermal, tetapi mengalami kesulitan menghadirkan energi," kata Sandiaga dalam kuliah umum bertajuk "Upbringing: Membangun Semangat Wirausaha Pada Generasi Muda" yang diadakan di Gedung Griya Legita, Kampus Universitas Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (06/06).

Diterangkan olehnya, imbasnya dirasakan oleh masyarakat serta industri di mana misalnya listrik yang seharusnya mereka nikmati tetapi ternyata belum merata pemanfaatannya di berbagai wilayah Indonesia. "Masih sering byarpet," tegas Sandiaga.

Ia pun menceritakan sebuah ironi mana kala dirinya kerap diminta oleh para aktivis lingkungan serta aktivis media sosial untuk turut membantu menggaungkan kampanye Earth Hour yang biasanya dilakukan setiap tahun pada Sabtu terakhir bulan Maret. 

Kegiatan Earth Hour dilakukan berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. "Saya diminta membantu dengan men-tweet di Twitter, atau posting di Instagram atau Facebook untuk mensosialisasikan mematikan lampu untuk mendukung bumi. Give Mother Earth a break," jelasnya.

Namun ternyata, tanggapan dari netizen di Indonesia terhadap kampanye yang di-posting-nya ternyata sungguh menyedihkan. "Enggak sampai 15 menit ada jawaban dari Medan, 'Pak di sini enggak perlu dimatikan lampunya karena lampunya mati sendiri'," kisah Sandiaga.

Tanggapan senada pun datang dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang sebenarnya berlimpah akan sumber daya energi. "'Pak di sini bukan Earth Hour, tetapi Earth Five Hour'. Lalu di Indonesia bagian timur bilang, 'Pak di sini bukan hari ini saja tetapi setiap hari dimatikan lampunya'," lanjutnya.

Kondisi tersebut menurut Sandiaga menjadi sebuah ironi yang harus dicarikan solusinya dan ternyata semuanya masih terkait dengan kemampuan bangsa ini dalam memunculkan sosok-sosok inovatif yang berani melakukan terobosan positif. 

"Kita kekurangan pengusaha serta entrepreneur yang bisa mensolusikan permasalahan yang tengah dihadapi oleh bangsa ini," tuturnya seraya mengingatkan bahwa dalam membangun jiwa wirausaha yang berani melakukan terobosan harus ditanamkan sejak seseorang masih muda. RH