Kamis, 20 Juli 2017

Dukung Operasi Migas di Papua, CKB Logistics Resmikan PLB Sorong

Kiri-Kanan: Cerah Bangun (Kepala Kanwil BC
Maluku, Papua dan Papua Barat), Mohammad
Said Noer (Plh Bupati Sorong), Iman Sjafei
(President Director CKB Logistics) dan
Robi Toni (Direktur Fasilitas Kepabeanan)
meresmikan beroperasinya PLB Sorong.
Sorong, OG Indonesia -- PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), perusahaan penyedia logistik terpadu kini memperluas usahanya dengan mengoperasikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Pembukaan PLB pertama di kawasan Indonesia timur ini merupakan bentuk komitmen CKB Logistics untuk memperkuat fundamental bisnis dan mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan logistik bagi para pelaku usaha di Indonesia.

PLB Sorong yang berlokasi di Jl. Kampung Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat sebenarnya telah beroperasi sejak 29 Mei 2017. Untuk mendukung kegiatan operasinya, PLB Sorong dilengkapi dengan fasilitas gudang tertutup seluas 1.200 m² dan lapangan penyimpanan terbuka (open yard) seluas lebih dari 2.500 m². 

PLB Sorong juga didukung dengan infrastruktur dan akses yang baik menuju Bandara dan Pelabuhan Sorong dengan jarak tempuh sekitar 30 Km. Kegiatan operasi PLB Sorong juga telah mendapatkan izin operasi dari Ditjen Bea dan Cukai (DJBC). 

Pada hari ini, Kamis (20/07), secara resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan meresmikan beroperasinya Pusat Logistik Berikat (PLB) di Sorong, Papua Barat. Peresmian dilakukan oleh Kepala Kanwil Bea dan Cukai Maluku, Papua dan Papua Barat Cerah Bangun, Direktur Fasilitas Kepabeanan Robi Toni, Plh Bupati Sorong Mohammad Said Noer dan President Director CKB Logistics Iman Sjafei. 

“Fasilitas PLB ini disediakan untuk mendukung pertumbuhan industri di Sorong termasuk yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan program proyek percepatan infrastruktur di Papua,” tutur Robi Toni.

President Director CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan, hadirnya PLB di Sorong menandakan bahwa peluang bisnis di Timur Indonesia semakin terbuka luas. Ekspansi usaha yang dilakukan CKB Logistics juga sejalan dengan Paket Kebijakan Pemerintah Jilid II yang diterbitkan pada September 2015 mengenai Insentif Fasilitas di Kawasan Pusat Logistik Berikat. Dengan adanya aturan tersebut maka perusahaan manufaktur tidak perlu impor dan cukup mengambil barangnya di PLB.

“Kami berharap beroperasinya PLB di Sorong dapat semakin mendorong terciptanya efisiensi, sehingga kegiatan ekonomi di wilayah ini dapat berkembang lebih cepat. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di timur Indonesia,” kata Iman.

Iman menambahkan, PLB memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem logistik nasional. Pasalnya, bagi perusahaan manufaktur yang memindahkan penyimpanan barangnya dari luar negeri ke PLB di Indonesia mereka dapat menekan biaya logistik hingga 60 persen.

“Meningkatnya investasi di sektor migas dan sumber daya alam di wilayah Papua dan Papua Barat dapat menjadi peluang bagi bisnis logistik. Karena itu kami optimis strategi pengembangan PLB di Sorong ini akan semakin memperkuat posisi CKB Logistics dalam bisnis logistik di Indonesia,” tambah Iman.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Maluku, Papua dan Papua Barat Cerah Bangun menghimbau kepada semua pelaku usaha di Papua, untuk memanfaatkan fasilitas PLB secara maksimal. Sementara itu Plh Bupati Sorong Mohammad Said Noer menyambut baik dan memberikan dukungan secara penuh dengan adanya fasilitas PLB di Sorong yang dikelola oleh CKB Logistics.

Efisiensi Logistik

Sebagai perusahaan Penyedia Logistik Terpadu, CKB Logistics memiliki rekam jejak dan pengalaman yang panjang di industri ini. Selain didukung dengan teknologi terkini di bidang inventori pergudangan, perusahaan juga bersertifikasi AEO (Authorized Economic Operator) sebagai perusahaan yang telah memenuhi standar keamanan, sistem manajemen dan kepatutan serta kepatuhan di pasar logistik internasional.

Menurut Iman, CKB Logistics menawarkan solusi transportasi dan logistik terpadu (Total Logistics Solution) dengan fokus mendukung industri minyak dan gas, pertambangan, konstruksi, telekomunikasi, ritel dan e-commerce. Melalui konsep layanan ini, CKB Logistics berharap para pelanggan mendapatkan tingkat efisiensi logistik yang optimal. 

“Logistik termasuk salah satu rantai bisnis dengan biaya tinggi. Dengan strategi yang dikembangkan Perusahaan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memangkas biaya logistiknya, sehingga daya saing bisnisnya ikut meningkat,” ujar Iman. 

Sejak mendapatkan lisensi sebagai pengelola Pusat Logistik Berikat (PLB) pada tahun 2016 saat ini CKB Logistics telah mengelola PLB seluas 74.000 m2 di 4 lokasi. Sampai tahun 2020, CKB Logistics menargetkan dapat membangun dan mengoperasikan PLB hingga seluas 300.000 m² yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Sebagai pihak swasta yang dipercaya mengelola Pusat Logistik Berikat di Indonesia, kami terus berupaya menjadi operator PLB terbaik, sehingga loyalitas pelanggan tetap terjaga. CKB Logistics juga akan terus mengambil inisiatif untuk mengoptimalkan peluang ekonomi dan mendorong terciptanya efisiensi di industri logistik nasional," tutupnya. RH