Jumat, 21 Juli 2017

EOR dengan CO2 Flooding Bisa Tambah Cadangan Minyak Indonesia 2 Miliar Barel

Foto: undeerc.org
Jakarta, OG Indonesia -- Cadangan minyak Indonesia saat ini sekitar 3,4 miliar barel. Jumlah cadangan yang terus turun tersebut ternyata lebih kecil dari negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. Namun jumlah cadangan minyak tersebut sebenarnya bisa diperbaiki lewat upaya Enhanced Oil Recovery (EOR).

Dikatakan oleh Benny Lubiantara, Kepala Divisi Teknologi dan Pengembangan SKK Migas, salah satu mekanisme EOR yang bisa dilakukan adalah dengan cara CO2 flooding dengan potensi tambahan minyak di atas 2 miliar barel. 

"Dari EOR sendiri ada potensi yang cukup besar, sekitar 4 miliar barel," jelas Benny dalam diskusi bertema 'Potensi Pemanfaatan CO2 dari Produksi Lapangan Migas' yang diadakan oleh Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) di GKM Green Tower, Jakarta Selatan, Jumat (21/07).

Ditekankan oleh Benny yang juga merupakan Anggota Kehormatan IAFMI, harapan bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi minyak ke depannya itu dari EOR. "Pada dasarnya ada dua, pertama dari eksplorasi dan tentu kita berharap ada temuan baru dari eksplorasi. Yang kedua dari EOR yang kita harapkan dapat me-maintain produksi ke depan," tuturnya.

CO2 flooding menurut Benny menjadi salah catu mekanisme EOR yang cukup signifikan hasilnya. Dan cara ini bisa diterapkan di banyak lapangan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia terutama di Sumatera dan Jawa. "CO2 flooding untuk meningkatkan recovery itu cukup signifikan, dan kontribusi CO2 flooding terhadap EOR di Indonesia cukup besar," terang Benny.

Hanya saja, seperti halnya jika melakukan kegiatan eksplorasi migas, upaya EOR juga bersifat jangka menengah dan panjang yang tak bisa langsung terasa hasilnya. Karena itu kerap terjadi kegiatan EOR terbengkalai karena orientasi kebijakan yang masih berpikir jangka pendek saja. 

"Di Indonesia ini kadang-kadang orang itu lebih senang bicara jangka pendek, bagaimana produksi kita naik tahun ini. Kalau EOR itu naiknya mungkin tahun depan dan tahun depannya lagi atau baru akan dinikmati lima tahun dari sekarang," terangnya.

Di samping itu permasalahan infrastruktur di Indonesia juga menjadi kendala dalam kegiatan CO2 flooding untuk EOR. "Challenge-nya infastruktur, jaringan pipa gas yang belum tersedia sehingga kesulitan dalam transportasi CO2 menuju lapangan yang berpotensi. Ini jadi masalah, ketika ada lapangan yang cocok untuk CO2 injection tapi sumber CO2-nya cukup jauh. Ini tantangan kita," pungkas Benny. RH