Rabu, 19 Juli 2017

Jonan: Jangan Sampai Listrik Tersedia Tapi Harganya Tak Terjangkau

Foto: esdm.go.id
Jakarta, OG Indonesia -- Pemerintah cq. PT PLN (Persero) saat ini sedang giat membangun infrastruktur ketenagalistrikan guna meningkatkan ketersediaan listrik dengan tarif listrik yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.

Ketersediaan listrik bagi masyarakat harus memenuhi rasa keadilan yakni dengan menyediakan listrik dengan harga terjangkau. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengingatkan agar jangan sampai terjadi listrik tersedia namun harganya tidak terjangkau oleh masyarakat karena akan menimbulkan kecemburuan sosial.

"Coba kita bayangkan, kalau di suatu daerah, atau satu desa tidak ada listrik, tidak ada kabel listrik PLN, tidak ada layanan listrik dari negara. Nah pada suatu hari ada pelayanan listrik dari negara, tapi penduduk di situ tetap juga tidak mampu membeli, kalau itu terjadi akan menimbulkan kecemburuan sosial yang sangat besar," ujar Jonan di acara Powering Indonesia 2017 yang diadakan GE Indonesia bersama PLN dan MKI di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/07). 

Ditambahkan olehnya, selain kecemburuan sosial, ketidakadilan juga dapat akan menimbulkan sentimen radikalisme yang luar biasa. "Karena itu energi yang berkeadilan akan diterapkan dalam semua kebijakan kelistrikan pemerintah," lanjut Jonan.

Karena itu, ia pun telah meminta kepada PLN untuk memberlakukan tarif untuk pelanggan yang dapat lebih terjangkau. Tarif listrik yang terjangkau tersebut dapat diterapkan jika harga penyediaan listrik (BPP) penyediaan listrik semakin efisien. Salah satu kiat yang disarankan untuk menurunkan harga biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik, antara lain dengan membangun pembangkit listrik berdasarkan sumber energi yang ada di wilayah tersebut. 

"Pemerintah tidak akan happy jika tarif listrik itu naik, kita akan happy kalau tarif listrik itu turun. Cobalah tarifnya dibikin 'langsing' sedikit. Ini yang menurut saya penting sekali," tutup Jonan. RH