Kamis, 06 Juli 2017

Penerimaan Migas Lampaui Target, Namun Investasi Migas Masih Lesu

Foto: Hrp
Jakarta OG Indonesia -- Penerimaan negara dari sektor hulu migas pada semester I tahun 2017 telah melebihi target. Hanya saja realisasi investasi migas dalam periode yang sama masih lesu dan baru tercapai 29% dari target.

Dikatakan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, berdasarkan data SKK Migas, per 30 Juni 2017, penerimaan negara dari sektor hulu migas sebesar USD 6,48 miliar alias sudah melebihi separuh target atau sekitar 59% dari target APBN 2017 yang sebesar USD 10,91 miliar.

"Kami optimistis akhir tahun bisa melebihi target dengan angka cukup signifikan," kata Amien dalam temu media di kantor SKK Migas di Gedung City Plaza, Jakarta, Kamis (06/07).

Ditambahkan olehnya, untuk rata-rata lifting minyak bumi dalam semester I tahun 2017 sebesar 802 ribu barel per hari (BPH) atau sekitar 98% dari target dalam APBN 2017 yang sebesar 815 ribu BPH. 

Sedangkan untuk gas bumi, liftingnya sebesar 6.338 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sekitar 98% dari target APBN yang sebesar 6.440 MMSCFD. Secara total, capaian lifting migas Indonesia per 30 Juni 2017 adalah sebesar 1.934 ribu BOEPD.

Amien melanjutkan, 4 dari 10 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) produksi terbesar untuk minyak bumi berhasil melebihi target dan menyumbang sekitar 86% produksi nasional. Sedangkan, 6 dari 10 KKKS terbesar gas bumi dapat menyumbang 80% produksi nasional. 

“SKK Migas akan fokus menyelesaikan kendala yang dihadapi 10 KKKS besar tersebut agar target produksi maupun lifting dapat tercapai,” katanya.

Namun untuk kegiatan investasi hulu migas pada paruh pertama tahun 2017 masih mengalami kelesuan. Diterangkan Amien, dari rencana investasi hulu migas dalam rencana program dan anggaran (WP&B) sebesar USD 13,8 miliar, baru terealisasi sebesar USD 3,98 miliar atau sekitar 29%. 

Rinciannya, untuk blok eksploitasi dari rencana sebesar USD 12,86 miliar, terealisasi USD 3,96 miliar. Sementara untuk blok eksplorasi dari rencana sebesar USD 940 juta, terealisasi tidak lebih dari USD 30 juta.

“Pemerintah terus berupaya menggairahkan iklim investasi hulu migas di Indonesia. Mudah-mudahan pada semester II 2017 ini dampaknya sudah bisa terlihat,” tutup Amien. RH