Senin, 31 Juli 2017

SKK Migas Siap Tawarkan Gas Suar dengan Potensi 19,369 MMSCFD

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- SKK Migas mencatat indikasi potensi gas suar (flare gas) yang selama ini dibakar begitu saja ke udara dengan perkiraan volume sebesar 19,369 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di 10 lapangan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Beberapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki indikasi gas suar antara lain CNOOC, ConocoPhilips, Chevron Pacific Indonesia, Medco E&P Indonesia, dan Pertamina EP.

Rinciannya, pertama di Zelda, Central Business Unit (Offshore) di Laut Jawa, yang dikelola CNOOC. Lalu ada Field Grissik serta Field Suban. Keduanya berada di Blok Corridor (Onshore), Sumatera Selatan, dengan pengelola ConocoPhillips Grissik Ltd (CPGL). Kemudian ada South Balam GS SUN dan Rantau Bais GS. Keduanya berada di Blok Rokan (Onshore), Riau, yang dikelola Chevron Pacific Indonesia.

Keenam ada, Field Matra, Blok South Sumatera (Onshore), di Sumatera Selatan, yang dikelola oleh Medco E&P Indonesia. Selanjutnya ada 5 titik flaring dari Field Kaji Semoga, Blok Rimau (Onshore), di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dikelola Medco E&P Indonesia. 

Ada lagi Bambu Besar di Field Subang (Onshore), di Subang, Jawa Barat, yang dikelola Pertamina EP Asset 3. Lalu, SP Randegang, Field Jatibarang (Onshore), di Jatibarang, Jawa Barat, yang dikelola Pertamina EP Asset 3. Dan terakhir, X-Ray, Field Jatibarang (Offshore), di Laut Jawa, Jawa Barat, yang juga dikelola Pertamina EP Asset 3.

"Data tersebut bersifat sementara sebagai indikasi untuk memulai kajian potensi pemanfaatan gas suar,"  kata Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas, Waras Budi Santosa, Jumat (28/07).

Menurutnya, data potensi gas suar yang akan ditawarkan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan dan Harga Jual Gas Suar Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dan akan ditetapkan lebih lanjut melalui Keputusan Kepala SKK Migas. RH