Senin, 07 Agustus 2017

Geomarin III Lakukan Sea Trial di Perairan Selat Sunda

Foto: esdm.go.id
Jakarta, OG Indonesia -- Kementerian ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Litbang Kementerian ESDM, pada hari Minggu (06/08) melaksanakan uji coba (Sea Trial) Kapal Riset Geomarin III di Selat Sunda.

Sea trial ini merupakan persiapan pelaksanaan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (Migas) Perairan Arafura, Papua dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) di perairan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Geomarine III diluncurkan di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat tanggal 5 Agustus 2009 silam, sehingga pada hari Sabtu (05/08) kemarin, kapal ini genap berusia 8 tahun. Kapal yang dibuat di PT PAL pada tahun 2007 hingga 2008 ini merupakan satu-satunya kapal milik Pemerintah yang memilki multi fungsi, yaitu kegeologian, minyak dan gas bumi (migas), kewilayahan dan energi samudera.

Geomarin III fokus melakukan penelitian di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Prestasi monumental dari kapal ini adalah mendukung penguasaan wilayah teritorial melalui usulan luas wilayah landas kontinen Indonesia di utara Papua. Hal ini dilakukan melalui penyediaan data geologi kelautan, dengan menghitung ketebalan sedimen sebagai dasar pengajuan luasan wilayah dalam mengklaim landas kontinen Indonesia ke PBB.

Hasil temuan fenomenal lainnya adalah temuan emas di Komba di Selatan Laut Banda, gas biogenik di Utara Bali dan data wilayah kerja (WK) migas di kawasan timur Indonesia.

Terkait pemanfaatan hasil survei, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM, F. X. Sutijastoto mengungkapkan bahwa Badan Litbang telah bercita-cita melakukan komersialisasi hasil litbang, salah satunya adalah melalui kegiatan survei.

"Badan litbang sudah bercita-cita melakukan komersialisasi hasil litbang. Ada perubahan paradigma, dari research and development cost centre menjadi sumber pendapatan kegiatan penelitian. Salah satunya survei," ucapnya.

Sutijastoto menambahkan, survei yang dilakukan Balitbang ESDM memiliki dua sisi, yaitu melaksanakan tugas Pemerintah untuk menyediakan data dan informasi, di sisi lainnya sekaligus menjadi sumber pendapatan dari Balitbang untuk kegiatan penelitian itu sendiri. Potensi pengembangan migas di masa mendatang, lanjutnya adalah melalui survei. Untuk itu, pada tahun 2018, peralatan survei Geomarin III akan dilengkapi.

"Alhamdulillah, tahun 2018 mendatang peralatan KR Geomarin III akan di-upgrade, Sehingga kapal survei Nasional yang bisa melakukan survei migas salah satunya adalah Geomarin III. Ke depan kita harapkan kegiatan eksplorasi semakin intensif," ujarnya. 

Saat ini, selain peralatan seismik, Geomarin III juga dilengkapi dengan geomagnet, gravity dan multibeam, di mana alat ini jarang dimiliki oleh kapal survei migas lain. Peralatan ini merupakan wahana utama dalam melakukan penelitian geologi kelautan dan potensi energi dan sumber daya mineral di laut. RH