Jumat, 25 Agustus 2017

Heboh Kendaraan Listrik, PLN Sebut Telah Siap Sejak Lama

M. Ikhsan Asaad,
General Manager PLN Disjaya.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Perkembangan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil listrik, semakin diterima di Indonesia saat munculnya dukungan dari Pemerintah. Namun jauh sebelum itu, PLN telah melihat kesempatan ini dan mendukung perkembangan teknologi ramah lingkungan ini dengan menyediakan infrastruktur yang diperlukan, salah satunya berupa Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). 

Di Jakarta sendiri telah terpasang SPLU di 545 titik sejak awal diluncurkannya pada Agustus 2016. Dikatakan oleh General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M. Ikhsan Asaad, kesiapan SPLU tersebut menunjukkan inisiasi dari pihak PLN dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik.

"SPLU tersebut bisa digunakan untuk mengecas atau mengisi ulang daya dari kendaraan listrik. Jadi kami sudah siap. Kalau ada keraguan dari kesiapan listrik, kami sudah siap," terang Ikhsan selepas acara penanaman 700 pohon dan tanaman hias di RPTRA Penjaringan Indah, Jakarta Utara, Jumat (25/08).

Keberadaan SPLU, terutama di Jakarta, akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan yang bermunculan, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum. Masyarakat sendiri pun dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi, termasuk sebagai charging station kendaraan listrik.

Ditambahkan oleh Manajer Niaga PLN Disjaya Leo Basuki, SPLU sebagai charging Station kendaraan listrik akan lebih pas apabila diletakkan di tempat parkir. "Karena di sana, mobil atau motor listrik akan diparkir dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga dapat sekaligus di-charge,” jelas Leo.

SPLU, pada awalnya, merupakan inovasi PLN untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL). Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik. 

SPLU Beji Lintar mengadopsi sistem prabayar. Untuk dapat menggunakan SPLU Beji Lintar tersebut, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan yang tercantum di SPLU yang akan digunakan. RH