Kamis, 24 Agustus 2017

Menteri ESDM Klaim Perubahan Harga Gas COPI Grissik ke PGN Tingkatkan Penerimaan Negara

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Perubahan harga gas dari ConocoPhillips Indonesia (COPI) Grissik ke PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Wilayah Batam dari USD 2,6 per mmbtu menjadi USD 3,5 per mmbtu untuk volume 22,73 billion british thermal unit per day (BBTUD) akan menambah penerimaan Negara.

Hal tersebut ditegaskan Menteri ESDM Ignasius Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu malam (23/08). "Perubahan harga gas (COPI ke PGN Batam) selain menjaga fairness bisnis migas di hulu dan midstream, juga akan meningkatkan penerimaan Negara. Ini positif," ujarnya.

Berdasarkan kalkulasi lebih lanjut, tambahan penerimaan negara akibat perubahan harga gas tersebut sebesar USD 4,3 juta untuk periode kontrak Juli 2017 sampai dengan November 2018.

Tambahan penerimaan negara tersebut, lebih besar dari potensi tambahan pendapatan COPI sebesar USD 2,3 juta pada periode yang sama.

Menurut Jonan, keputusan perubahan harga gas diambil didasarkan unsur perhitungan yang berkeadilan, dengan prinsip adanya pembagian yang adil antara operator di hulu dengan operator di midstream. Sementara itu, harga dari PGN ke konsumen tetap dan tidak mengalami perubahan.

"Perubahan harga itu hanya di sisi supply yaitu harga gas COPI ke PGN Batam, sementara harga di konsumen tetap. Ini yang penting, harga di end user seperti industri dan pembangkit listrik tidak naik, sehingga mendorong ekonomi nasional dan setempat. Ini perwujudan energi sebagai modal pembangunan," pungkasnya. RH