Rabu, 23 Agustus 2017

PDPDE Gandeng Sucofindo Bangun Infrastruktur Migas di Sumatera Selatan

Palembang, OG Indonesia -- Perusahaan daerah milik Provinsi Sumatera Selatan yaitu Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) menjalin kerjasama dengan Sucofindo dalam pembangunan jalur minyak dan gas sepanjang 113 km di wilayah Sumatera Selatan yang dimulai dari Palembang menuju Kawasan Terpadu Tanjung Api-Api sampai ke Muntok.

Penandatangan kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin dan Direktur Utama PDPDE Yaniarsyah Hasan, dan turut disaksikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (21/08). 

Alex Noerdin mengapresiasi kerjasama yang dilakukan kedua perusahaan tersebut, dan berpesan agar dapat melaksanakan kerjasama tersebut dengan sebaik-baiknya. “Saya yakin kedua perusahaan ini pasti bisa, walaupun dalam merealisasikan rencana dimaksud akan mendapat tantangan yang tidak ringan,” jelas Alex. 

Sementara itu Dirut Sucofindo mengatakan, dengan kerjasama ini, makan PDPDE dapat memanfaatkan secara maksimal kompetensi yang dimiliki Sucofindo. "Terutama dalam bidang Inspeksi, Pengujian dan Sertifikasi untuk meningkatkan pengeporasian wilayah kerja pertambangan dan energi sehingga dapat menunjang perekonomian daerah,” kata Bachder seraya mengharapkan kerjasama ini dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi Sumatera Selatan dalam pemanfaatan energi untuk kesejahteraan rakyat.

Bachder menerangkan, jasa yang diberikan Sucofindo adalah pemastian di bidang Geoscience & Oil Field Services serta Engineering, Procurement Dan Construction dalam pengoperasian wilayah kerja pertambangan dan energi.

Yaniarsyah Hasan, Dirut PDPDE, menambahkan pihaknya merasa optimistis dapat merealisasikan pekerjaan dimaksud, tentunya melalui kerjasama yang baik dengan Sucofindo sebagai BUMN. 

Yaniarsyah melanjutkan, Kawasan Terpadu Tanjung Api-Api dan Muntok, nantinya akan menjadi pusat energi berbasis energi di belahan Indonesia bagian barat karena dukungan cadangan energi dan produksi pertanian yang melimpah. Di samping itu, kawasan ini juga dikelilingi oleh dua kekuatan pendorong ekonomi seperti Singapura dan Pulau Jawa yang merupakan pasar konsumen terbesar, di mana 20% konsumsi energi di Asia Tenggara berasal dari pulau ini. 

"Saya berharap pembangungan pipa Kogas-PDPDE sepanjang 113 km, yang menghubungkan titik tapping di simpang bandara hingga kota Muntok dapat selesai," tegas Yaniarsah. RH