Selasa, 01 Agustus 2017

PDSI Gugah Minat Baca Siswa Madrasah di Indramayu

Jakarta, OG Indonesia -- Perhatian terhadap kualitas pendidikan anak bangsa menjadi salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digagas PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

Fenomena rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia dibandingkan negara-negara lain menjadi keprihatinan yang merangsang PDSI untuk melakukan kontribusi positif bagi pendidikan anak bangsa.

Hal tersebut senada dengan pernyataan yang pernah disampaikan Deputi Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Perpustakaan Nasional, Woro Titi Haryanti pada Seminar Nasional Gerakan Pemuda Indonesia Membaca di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (05/03) lalu, bahwa berdasarkan hasil kajian Perpustakaan Nasional pada 2015 di 12 provinsi dan 28 kabupaten/kota nilai budaya baca berada pada peringkat rendah. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan parameter frekuensi membaca per minggu, waktu membaca, jumlah halaman, dan alokasi dana untuk membeli buku.

Melalui program CSR Pertamina, PDSI melakukan implementasi program Pembinaan Minat Baca di Madrasah Al Basyariah, Karangampel, Indramayu. Dalam acara launching program yang dilakukan, Senin (17/07) lalu, Public Relation Ast Manager PDSI Budhi Kristianto mengatakan bahwa rendahnya minat baca siswa dan minimnya infrastruktur terkait dengan stimulus kegemaran membaca menjadi sebuah keprihatinan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Termasuk di dalamnya sekolah-sekolah yang berada di dekat kantor PDSI Project Area Jawa di Karangampel, Jawa Barat.

“Untuk menggugah dan meningkatkan minat baca siswa, PDSI menggelar berbagai program. Selain memperbaiki infrastruktur dan fasilitas serta layanan perpustakaan, juga digelar beragam kegiatan, seperti penataan ulang sarana baca siswa, menambah jumlah koleksi bacaan, mengedukasi guru dan pustakawan dan memberi rangsangan bagi para siswanya untuk gemar ke perpustakaan dan membaca buku-buku yang menarik,” kata Budhi. Satu hal yang juga dilakukan untuk memberi ketertarikan pada siswa adalah dengan diadakannya sesi mendongeng.

Kepala Madrasah Al Basyariah, Chairul Anam sangat berterimakasih atas kepedulian ini dan mengatakan bentuk perhatian Pertamina ini layak disyukuri karena sekolah memang sudah lama berkeinginan memiliki perpustakaan yang layak bagi para siswa, dan buku-buku yang cukup.  

“Kita berharap bantuan pembenahan perpustakaan ini bisa dimanfaatkan para siswa secara optimal,” kata Chairul Anam. Rangsangan dan motivasi para guru sangat berperan penting bagi peningkatan kegemaran siswa dalam membaca.

Sedangkan Kepala Desa Kedokanbunder Wetan, Kabupaten Indramayu, Badawi menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pertamina terhadap sekolah yang berada di lingkungannya. Perhatian seperti ini masih terus dinantikan mengingat desa ini dikelilingi oleh sumur-sumur pengeboran yang dilakukan Pertamina. Selain sekolah, Badawi berharap agar para pemuda di desa tersebut juga mendapat perhatian bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Madrasah Ibtidaiyah Al Basyariah, adalah salah satu sekolah yang letaknya tidak jauh dari kantor PDSI Project Area Jawa, Mundu, Jawa Barat dan berdiri sejak tahun 1970-an.

Launching program ini dihadiri oleh Kepala Desa Kedokanbunder Wetan Badawi, Kepala MTs sekaligus mewakili Pimpinan Yayasan Al Basyariah Istianah MPI, perwakilan orang tua murid, serta motivator. RH