Jumat, 22 September 2017

Lapangan BD Madura Tambah 100 MMSCFD Produksi Gas Nasional

Foto: SKK Migas
Sampang, OG Indonesia -- Proyek Lapangan BD, Wilayah Kerja Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) resmi beroperasi. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menandai peresmian first gas proyek tersebut dengan memecah kendi di Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Karapan Armada Sterling III, yang berada di lepas Pantai Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, Rabu (20/09).

Proyek ini telah memakan waktu 20 tahun sejak pertama kali gas ditemukan oleh HCML pada 1997. Wamen ESDM pun mengapresiasi HCML dan seluruh pihak terkait atas selesainya proyek ini. 

"Selamat untuk first gas lapangan BD. Ini sebuah milestone untuk produk (gas) kita, dengan (produksi puncak) 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 7.000 barel kondensat per hari. Produksi proyek ini turut berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional," kata Arcandra.

Penyaluran gas dari Lapangan BD ke PT PGN (Persero) sudah dimulai pada tanggal 26 Juli 2017. Gas tersebut oleh PGN dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan industri di Jawa Timur. Saat ini penyerapan gas berkisar 30-40 MMSCFD dan kondensat sebesar 3.000 barel per hari. "Produksi akan meningkat secara bertahap. Diharapkan awal 2018 produksi puncak tercapai," ucapnya.

Berdasarkan perkembangan terakhir, pembeli gas Lapangan BD adalah PT Inti Alasindo Energy sebesar 40 MMSCFD dan PT PGN (Persero) sebesar 60 MMSCFD. Untuk PT Inti Alasindo Energy bekerjasama dengan Pertagas sebagai transporter untuk menyalurkan gas lapangan BD kepada para end user. "Semoga dengan disalurkannya gas ini ke pembeli domestik secara tidak langsung dapat membantu mengangkat perekonomian daerah," jelas Wamen ESDM.

Sementara itu General Maneger HCML Huang Chunlin berharap tambahan produksi gas dan kondensat dari lapangan BD dapat membantu memperkuat ketersediaan energi nasional. "Termasuk mempercepat laju pembangunan di Jawa Timur dan Indonesia," ujar Huang Chunlin.

Hal senada juga dikatakan oleh Bupati Sampang Fadillah Budiono. Menurutnya dengan beroperasinya Lapangan BD Madura milik HCML akan memberikan manfaat bagi rakyat Sampang. 

"Barangkali aturan Participating Interest (PI) bisa membantu dan memperkuat struktur keuangan Pemerintah Daerah. Intinya, HCML mesti memberikan manfaat kepada rakyat Sampang. Jadi, bisa menikmati, tidak melihat saja," harap Fadillah. "Kami siap memberikan dukungan penuh agar operasi berjalan lancar," sambungnya.

Lapangan BD merupakan bagian dari WK Madura Strait yang dikelola oleh HCML sebagai KKKS di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. Lapangan ini terletak di lepas pantai Selat Madura, Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 16 kilometer sebelah selatan Pulau Madura. Sumur-sumur gas Madura-BD berada di sekitar areal Kepulauan Mandangin, lepas pantai Selat Madura. 

Lapangan tersebut diharapkan akan menghasilkan 442 miliar kaki kubik dan 18,7 juta barel kondesat selama 13 tahun. Lapangan BD memiliki 4 sumur produksi. Gas dari sumur ditransportasi melalui pipa bawah laut menuju FPSO (Floating Production Storage and Offloading). Gas dikirim dari FPSO melalui pipa 16 inchi sepanjang + 52 km ke GMS (Gas Metering Station) milik HCML di Desa Semare, Pasuruan, yang selanjutnya dikirimkan kepada para pembeli gas. RH