Rabu, 27 September 2017

Marsha Timothy, Naik Kuda dan Merinding

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Aktris cantik Marsha Timothy mendapatkan pengalaman baru dalam kegiatan beraktingnya. Ia mengaku harus secara total memerankan Marlina, janda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur yang menjadi pembunuh dalam film "Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak".

Beberapa tantangan dalam memerankan karakter Marlina harus ia lakoni, mulai dari naik kuda, naik motor trail, sampai memainkan pedang. Ia pun harus belajar menyelami kehidupan para perempuan Sumba untuk pendalaman karakternya. 

"Anak saya bawa waktu itu ikut ke Sumba. Selama saya syuting dia ikut. Saya ngajak juga emang karena dia masih kecil," ucap Marsha saat konferensi pers film "Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak" di Grand Indonesia, Jakarta, Senin (25/09).

"Kesulitannya banyak mulai dari menunggang kuda, di mana saya baru belajar di film ini, lalu belajar naik motor trail juga. Mungkin kesulitan yang lebih adalah dalam mendalami karakter, pada saat ada adegan pembunuhan," tutur istri dari aktor Vino G. Bastian ini.

Namun, perempuan kelahiran Jakarta, 8 Januari 1979 ini mengaku puas terhadap film yang akan ditayangkan di Indonesia pada 16 November 2017 ini. Di mana film "Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak" ini banyak mendapat pengakuan internasional dengan lolos seleksi Vancouver International Film Festival, Sitges International Fantastic Film Festival dan Busan International Film Festival.

Bahkan, film besutan sutradara Mouly Surya ini mendapat aplaus tepuk tangan yang meriah dari penonton di acara bergengsi Festival Film Internasional Cannes. "Antusiasmenya besar, dengan aplaus yang cukup lama yang membuat kita semua merinding," kisahnya. 

Film "Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak" bercerita tentang seorang janda yang harus menempuh perjalanan dalam mencari keadilan setelah rumahnya diserang oleh segerombolan perampok dan ia membunuh serta memenggal kepala sang pemimpin perampok. 

"Pengalaman buat saya yang belum tentu dapat terulang lagi, mungkin yang pertama dan terakhir buat saya," tutup Marsha dengan senyum mengembang. RH