Sabtu, 02 September 2017

Tambah PLTU Jawa 4, Tahun 2021 Komplek PLTU Tanjung Jati Terbesar di ASEAN

Menteri ESDM Ignasius Jonan di acara ground
breaking proyek PLTU Jawa 4 di Jepara.
Foto: esdm.go.id
Jepara, OG Indonesia -- Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Kamis (31/08), melakukan ground breaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 di Jepara, Provinsi Jawa Tengah. PLTU Jawa 4 merupakan bagian dari proyek ketenagalistrikan 35.000 MW.

PLTU Jawa 4 atau PLTU Tanjung Jati B Unit 5 & 6 ini, memiliki kapasitas 2 x 1.000 MW, dan lokasinya berdekatan dengan PLTU Tanjung Jati B Unit 1, 2, 3 & 4, dengan kapasitas 4 x 660 MW.

"Arahan Presiden bahwa pembangunan harus melibatkan masyarakat setempat dan menciptakan multiplier effect ekonomi daerah," ucap Jonan. Ia juga menyoroti isu lingkungan hidup, di mana PLTU Jawa 4 ini sudah menggunakan teknologi Ultra Super Critical (USC) dengan efisiensi hingga 10%, sehingga lebih ramah lingkungan.

Jangka waktu konstruksi PLTU Jawa 4 diperkirakan memakan waktu 54 bulan, dengan rencana Commercial Operation Date (COD) Unit 5 pada Mei 2021 dan Unit 6 pada September 2021. 

Dengan penambahan kapasitas sebesar 2.000 MW dari PLTU Jawa 4, maka total kapasitas di kawasan PLTU Tanjung Jati akan menjadi 4.640 MW dan akan menjadi komplek fasilitas PLTU terbesar di Asia Tenggara.

Proyek pembangunan PLTU Jawa 4 dilaksanakan oleh konsorsium PT. Bhumi Jati Power yang terdiri dari Sumitomo Corp (50%), Kansai Electric (25%), dan PT United Tractors Tbk (25%) dengan nilai investasi sekitar USD 4 miliar. 

Pelaksanaan proyek dilakukan dengan skema Build, Operate and Transfer (BOT) dengan off taker PT. PLN (Persero). Perjanjian Jual Beli Listrik telah dilaksanakan pada 21 Desember 2015 dengan jangka waktu 25 tahun setelah operasi komersial proyek.

Adapun PPA sejak di Peraturan Menteri ESDM Nomor 10/2017 tentang Pokok Pokok Dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik sebagaimana diubah dengan Permen ESDM Nomor 49/2017, terdapat klausul delivery or pay, tidak hanya klausul take or pay.

"Jadi para IPP (Independent Power Producers) bisa kena penalty juga jika pasokan listriknya intermitten atau tidak handal. Ini agar lebih fair. Kami harap gangguan pasokan listrik diusahakan sangat minim," tambah Jonan.

Dilanjutkan olehnya, untuk harga listrik PLTU Jawa 4, menurutnya sudah efisien. "Harga listrik PLTU Jawa 4 yang dijual ke PLN sebesar USD 5,3 sen per kWh, saya kira ini fair. Presiden minta pembangunan ketenagalistrikan harus bisa memberikan manfaat dalam arti tarifnya nanti harus bisa terjangkau oleh masyarakat," tutupnya. RH