Selasa, 31 Oktober 2017

Varietas Padi Tropiko Batan, Tahan Hama dan Rasa Berasnya Pulen

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi
Nuklir Batan Hendig Winarno (kedua dari kiri)
dan Dirut PT SHS Syaiful Bahri (kedua dari
kanan) menandatangani MoU, disaksikan
Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto (kiri).
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan PT Sang Hyang Seri (Persero) (PT SHS) menandatangani nota kesepahaman pemanfaatan teknologi nuklir bidang pertanian untuk mendukung kedaulatan pangan nasional. Acara penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) Batan, kawasan Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Selasa (31/10).

Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan dengan kerjasama ini maka PT SHS akan menyebarluaskan varietas padi unggul lewat teknologi nuklir Batan yaitu Tropiko kepada masyarakat luas. "Ini bagian dari terobosan kita supaya padi Batan bisa dikenal seluas-luasnya oleh masyarakat. PT SHS dengan jejaringnya yang luas menjadi salah satu badan usaha yang membantu kita mengenalkan padi Batan," jelas Djarot dalam acara penandatanganan nota kesepahaman.

Benih padi Tropiko sendiri berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan Batan diklaim lebih unggul dan tahan terhadap hama yang menyerang tanaman padi. "Benih Tropiko merupakan benih yang unggul dan tahan terhadap hama wereng serta hama penggerek batang," ujar Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Batan Hendig Winarno. "Produktivitas benih ini juga sangat tinggi," sambungnya.

Diterangkan Hendig, varietas Tropiko merupakan hasil persilangan IR 36 dan varietas Koshihikari dari Jepang. Dengan mengambil keunggulan dari Koshikari dengan rasa berasnya yang enak, serta IR 36 yang terkenal bandel alias tahan hama penyakit, maka varietas Tropiko pun menjadi kuat dari hama serta memiliki rasa beras yang sangat enak/pulen. Produktivitas dari varietas Tropiko juga cukup tinggi. "Untuk satu hektare sawah, dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 10,5 ton padi," ungkap Hendig.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Syaiful Bachri, mengatakan untuk tahap awal perusahaannya sudah menguji coba benih Tropiko pada 3.000 hektare sawah. "Di lapangan kondisinya sudah mau saat panen. Kalau keunggulan ketahanan terhadap hama penyakit sudah diuji, berikutnya tinggal uji rasa sama produktivitas," cerita Syaiful.

Sebelum varietas Tropiko, Batan dan PT SHS sudah lama melakukan kerjasama dalam penyebarluasan benih padi dari litbang Batan, seperti Pandan Putri, Sidenok dan Mira. "Kalau Batan ada lagi varietas yang lain boleh diujicoba lagi ke kami," pungkasnya. RH