Selasa, 10 Oktober 2017

Efisiensi Jadi Kata Kunci Kegiatan Eksplorasi Pertamina EP

Nanang Abdul Manaf,
Presiden Direktur PT Pertamina EP
Foto: pep.pertamina.com
Malang, OG Indonesia -- Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menekankan bahwa efisiensi menjadi kata kunci dalam strategi eksplorasi migas pada saat sekarang ini.

"Kami dari Pertamina EP sebagai perusahaan nasional milik negara 100 persen, tidak boleh berpikir hanya aspek komersial saja. Kita juga ada muatan untuk berkontribusi kepada negara, menghasilkan cadangan baru mengeksplorasi yang bisa memperpanjang lifetime dari perusahaan, jadi bisa dapat keuntungan dari produksi," ucap Nanang.

Penegasan itu disampaikan Nanang dalam kegiatan Joint Convention yang diselenggarakan empat asosiasi migas Indonesia, yaitu Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI), dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), di Malang, beberapa waktu lalu.

Nanang memaparkan rendahnya harga minyak dunia memaksa perusahaan dalam negeri ataupun luar negeri menekan atau menunda kegiatan ekplorasi. Langkah itu harus diambil karena eksplorasi migas selain membutuhkan biaya besar, juga mempunyai risiko yang tinggi.

Menyikapi situasi seperti ini, lanjut Nanang, langkah yang tepat adalah melakukan efisiensi. Dengan membuka proyek yang lebih ekonomis, Pertamina EP berupaya mengembangkan tapak produksi yang baru.

"Kita harus efisien, sehingga beberapa proyek bisa dilanjutkan. Selain ditargetkan menghasilkan minyak dan gas, dengan efisiensi menjadi lebih ekonomis untuk dikembangkan. Karena negara kita ini butuh energi sehingga produksi kita saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga kita harus impor," ucapnya.

Nanang berharap seluruh pihak yang bekerja di bidang migas agar mampu menemukan sumber energi yang baru. Harapannya, selain bisa menghemat devisa negara juga mengurangi ketergantungan impor migas. RH