Rabu, 18 Oktober 2017

FSPPB Ingatkan Pemerintah Jangan Buat Kejutan Injury Time di Blok Mahakam

Noviandri, Presiden FSPPB
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengingatkan agar sebelum tanggal 31 Desember 2017 yang menjadi waktu penyerahan Blok Mahakam kepada Pertamina tidak terjadi kejutan atau hal-hal luar biasa yang bisa mengurangi peran Pertamina di blok migas tersebut.

"Kita ingin mengingatkan supaya dalam detik-detik terakhir atau saat injury time ini tidak terjadi serangan kepada Pemerintah sehingga Pemerintah berbalik arah," ujar Noviandri Presiden FSPPB dalam temu media di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).

Seperti diketahui, Pemerintah lewat Kementerian ESDM sudah memperbolehkan Pertamina melakukan share down atau pengurangan sahamnya di Blok Mahakam sampai 39%, di mana sisanya sebanyak 51% tetap dikuasai Pertamina dan 10% lagi menjadi bagian daerah. 

“Kita ini kan terserah Pertamina. Yang kita wajibkan, Pertamina itu minimal menguasai 51 persen karena 10 persen adalah PI untuk daerah. Kalau Pemerintah menugaskan Pertamina (mengelola Blok Mahakam) terus (sahamnya) tidak sampai 51 persen, ya kurang eloklah. Jadi sisa 39 persen, terserah Pertamina,” ucap Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kamis, 28 September 2017 lalu.

Padahal sebelumnya, pada 2016 Menteri ESDM Sudirman Said, sudah pernah menegaskan bahwa saham yang akan ditransfer hanya sebesar 30%. "Ada upaya atau wacana untuk menambah 9 persen lagi participating interest (PI) Blok Mahakam untuk TEPI (Total E&P Indonesie)," ungkap Noviandri. "Kami ingin mengingatkan lagi Pemerintah, jangan lupa dengan janji dan statement Menteri ESDM sebelumnya bahwa share down kepada asing itu maksimum 30 persen," sambungnya.

FSPPB pun selalu mengingatkan kepada Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik, bahwa Pertamina harus tetap berkomitmen untuk mengelola Blok Mahakam dengan bagian sebesar 70% bersama pihak daerah. 

"Jangan sampai kejadian Blok Cepu berulang kembali, di mana awalnya sudah ada keinginan Pemerintah bahwa Blok Cepu akan dikelola secara maksimal dengan porsi besar oleh Pertamina. Tetapi pada detik-detik terakhir di injury time lepas dari Pertamina. Jangan ini kembali terjadi di Blok Mahakam," paparnya. RH