Rabu, 11 Oktober 2017

Jika Resmi Dikembalikan Pertamina, Blok East Kalimantan Bisa Dilelang Secara Cepat

Ego Syahrial, Dirjen Migas
Kementerian ESDM.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, Blok East Kalimantan merupakan wilayah kerja (WK) yang sudah cukup dikenal oleh investor. Karena itu, lelang blok tersebut dapat dilakukan secara cepat.

“Lelang secara cepat bisa saja. Ini kan (Blok East Kalimantan dan Attaka) merupakan wilayah kerja-wilayah kerja berproduksi, jadi orang sudah pada tahu. Lain sama lelang-lelang WK yang memang masih eksplorasi," ujar Ego usai Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (09/10).

Namun untuk waktu pelaksanaan lelang tersebut, belum dapat dipastikan karena Pemerintah masih menunggu surat resmi dari PT Pertamina (Persero) untuk mengembalikan Blok East Kalimantan dan Blok Attaka. Meski demikian, proses persiapan pelelangan telah dilakukan mengingat pelelangan Blok East Kalimantan termasuk cukup besar.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wamen ESDM Arcandra Tahar mengaku sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk ikut dalam pelelangan Blok East Kalimantan. Namun ia enggan menyebutkan detilnya hingga Pertamina resmi mengembalikan blok tersebut kepada Pemerintah. "Ada beberapa yang tertarik. Tapi ini tentu tergantung gimana detilnya. Nah ini sedang kita tunggu. Secepatnya akan kita lelang," katanya.

Seperti diketahui, Blok East Kalimantan saat ini masih dikelola oleh Chevron Indonesia Company, akan habis masa kontraknya tahun 2018. Blok tersebut ditawarkan ke Pertamina, namun perusahaan pelat merah itu menolaknya karena dianggap kurang ekonomis. Antara lain karena adanya biaya Abandonment and Site Restoration (ASR) atau biaya pemulihan lahan tambang. RH