Jumat, 27 Oktober 2017

PHE ONWJ Resmikan Kawasan Konservasi di Subang

Subang, OG Indonesia -- Selama ini, kawasan Subang identik dengan lokasi wisata pegunungan yang sejuk. Lokasi tersebut berada di kawasan selatan Subang. Tak pernah ada yang melirik pariwisata yang terletak di kawasan utara Subang. Kampung Grinting, Desa Cilamaya Girang, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi wisata baru di kawasan Pantura Subang.
 
Pada hari Kamis, 26 Oktober 2017, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bersama Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Subang telah meresmikan Hutan Kapal Kehati Greenthink di Desa Cilamaya Girang. 
 
Hutan Kapal Kehati Greenthink merupakan area milik Perhutani  seluas 2,5 hektar yang ditransformasikan menjadi areal konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi oleh masyarakat CIlamaya Girang dengan pendampingan PHE ONWJ. 
 
Sejak tahun 2011, PHE ONWJ bersama masyarakat setempat yang terdiri dari Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Blanakan, Pemerintah Desa Cilamaya Girang berinisiatif untuk memanfaatkan area Perhutani di lokasi tersebut. Oleh masyarakat, area tersebut telah digarap menjadi persawahan oleh warga yang kemudian karena kurangnya pengetahuan tentang pengolahan lahan menyebabkan lahan ini kurang produktif. 
 
“PHE ONWJ bersama masyarakat ingin menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat pendidikan lingkungan hidup untuk pelajar dan masyarakat serta upaya mitigasi adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar General Manager PHE ONWJ Siswantoro M. Prasodjo.
 
Dikelola oleh Kelompok Tani Greenthink, Hutan Kapal Kehati Greenthink seluas 2,5 hektar ini mengadopsi konsep integrated farming system atau Sistem Pertanian Terpadu untuk menghidupkan perekonomian masyarakat desa. Komponen usaha tani dalam model ini meliputi budidaya ikan nila srikandi, budidaya bebek petelur, usaha penggemukan domba, budidaya tanaman produktif, tanaman obat keluarga serta budidaya jamur merang. Masyarakat juga diajarkan untuk memanfaatkan limbah ternak untuk menjadi pupuk.
 
“Dengan adanya Sistem Pertanian Terpadu ini maka pensiunan nelayan yang sudah tidak mampu melaut akan kembali memiliki sumber penghasilan,” ujar Ketua Kelompok Tani Greenthink Arruji Kartawinata. 
 
Usaha ini juga kini telah berkembang menjangkau usaha wanita istri nelayan untuk membuat produk makanan dari hasil tani. RH