Senin, 02 Oktober 2017

Universitas Pertamina Hadiri Deklarasi Kebangsaan Lawan Ideologi Anti Pancasila

Badung, OG Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah kesatuan bangsa, termasuk dalam hal keterbukaan informasi. Menurutnya, keterbukaan tersebut bisa saja memberi celah upaya infiltrasi ideologi yang tidak disadari.

"Sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dan memecah belah kita. Keterbukaan tidak bisa kita hindari sehingga media sosial sangat terbuka bebas untuk infiltrasi yang tidak kita sadari," ujar Presiden dalam sambutannya di acara penutupan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Peninsula Island, Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (26/09) lalu.

Menurutnya, infiltrasi tersebut dilakukan dengan beragam cara, salah satunya yang 
berkedok kebaikan berkemas kekinian. Akibatnya, ideologi Pancasila yang mempersatukan pun terlupakan. Karena itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden pun meresmikan​ ​deklarasi​ ​kebangsaan​ ​melawan​ ​ideologi anti Pancasila ​bersama​ ​seluruh​ ​Pimpinan​ ​Perguruan Tinggi​ ​se-​ ​Indonesia, termasuk Universitas Pertamina.

"Banyak dari kita yang terbuai oleh itu sehingga kita lupa telah memiliki Pancasila. Tadi saya bangga telah dideklarasikan oleh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia yang bertekad untuk mempersatukan kita dalam NKRI, berpegang teguh dalam UUD 1945, dan menjaga Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Selain itu, di hadapan para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia, Presiden juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi adalah sumber pengetahuan dan pencerahan. Menurutnya, akan sangat berbahaya bila perguruan tinggi ikut dimanfaatkan sebagai medan infiltrasi.

"Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi anti-Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Pada​ ​forum​ ​tersebut​, ​Presiden​ Jokowi pun mengapresiasi ​dibukanya​ ​perguruan tinggi​ ​yang​ ​relevan​ ​dengan​ ​dunia​ ​bisnis, oleh ​sejumlah​ ​BUMN​. Seperti ​PT​ ​Pertamina​ ​(Persero),​ ​PT​ ​Telekomunikasi​ ​Indonesia Tbk,​ ​PT​ ​PLN​ ​(Persero),​ ​PT​ ​Pos​ ​Indonesia​ ​(Persero)​ ​dan​ ​PT​ ​Semen​ ​Indonesia​ ​(Persero)​ ​Tbk yang membuka perguruan tinggi yang tentunya akan dapat ​berkontribusi​ ​mencerdaskan​ ​kehidupan​ ​bangsa​ ​melalui​ ​program​ ​studi​ ​dan​ ​kurikulum yang​ ​relevan​ ​dan​ ​sesuai​ ​dengan​ ​kebutuhan​ ​industri.  

Salah​ ​satu​ ​yang​ ​diundang​ ​ke​ ​depan​ ​podium​ ​untuk berbicara adalah​ ​​Sugiyarto,​​ ​Sekretaris Universitas​ ​Pertamina.​ ​Sugiyarto​ menjelaskan​ ​Program​ ​Studi​ ​Logistik​ dari Universitas Pertamina ​dengan​ ​kurikulum dan​ ​kompetensi​ ​lulusan​ ​yang​ ​diharapkan​ ​nantinya. 

Ia pun menerangkan, dengan​ ​berdirinya​ ​perguruan tinggi​ ​di​ ​bawah​ ​BUMN,​ ​diharapkan​ ​perguruan​ ​tinggi​ ​lain​ ​juga​ ​mampu​ ​bersaing untuk​ ​meningkatkan​ ​mutu​ ​dan​ ​kualitas​ ​pembelajaran​ ​dengan​ ​menyesuaikan​ ​perkembangan zaman. RH