Kamis, 09 November 2017

Bor Sumur di Blok Mahakam, Pertamina Gelontorkan Dana USD 160 Juta

Bambang Manumayoso,
Direktur Utama Pertamina
Hulu Indonesia.
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengaku siap melaksanakan pengelolaan Blok Mahakam.

Kesiapan tersebut sebagai bagian dari langkah strategis Pertamina dalam mendorong ketahanan energi nasional.  Setidaknya dari Blok Mahakam, Pertamina akan memberikan tambahan kontribusi sebesar 24% dari total produksi migas nasional.

Pengelolaan blok Mahakam nantinya akan dilaksanakan oleh Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Indonesia.  

“Kami optimis bisa menjaga tingkat produksi di Blok Mahakam, dimana telah melakukan pengeboran 11 sumur di Tunu dan Handil Field, dari 15 sumur yang akan dibor Pertamina hingga tahun 2018,” jelas Bambang Manumayoso, Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (09/11).

Untuk mendukung pengeboran tersebut, Pertamina telah menginvestasikan dana sebesar  USD160 juta.  

Di Mahakam, PHI telah menyiapkan berbagai strategi untuk tetap menjaga produksi migas dengan memastikan keberlangsungan kegiatan pemboran dan Well Intervention di wilayah kerja Mahakam pada saat peralihan dari Total E&P Indonesie (TEPI) ke Pertamina pada 1 Januari 2018.  

"Kami juga telah menyelesaikan 5 rencana pengembangan lapangan/ POFD (Plan OF Further Development) di tahun 2017 untuk mendukung kegiatan pemboran pada tahun 2018, serta melaksanakan optimalisasi pengadaan rig dan material untuk menunjang kegiatan pemboran," jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Pertamina yakin sumber daya manusia Indonesia mampu melaksanakan amanat menjaga ketahanan energi Indonesia di Blok Mahakam. “Para pejuang energi di Blok Mahakam adalah bangsa kita sendiri. Setelah diambil alih Pertamina, rasa nasionalisme mereka akan lebih kental. Karena mereka turut menjaga ketahanan energi bangsa,” kata Bambang. 

Hingga saat ini proses peralihan status pekerja sudah hampir selesai, 98 persen pekerja akan langsung bergabung dengan Pertamina, sementara sisanya memasuki masa pensiun dan alasan pribadi. RH