Kamis, 02 November 2017

Indika Energy Akan Kuasai 96% Saham Kideco

Jakarta, OG Indonesia -- Perusahaan  energi  terpadu  PT  Indika  Energy  Tbk.  melaksanakan  Rapat Umum  Pemegang  Saham  Luar  Biasa  (RUPSLB)  di  Jakarta  pada  Rabu, 1  November  2017.  RUPSLB  menyetujui rencana transaksi pembelian tambahan 45% saham PT Kideco Jaya Agung (Kideco) oleh Indika Energy dan PT  Indika  Inti  Corpindo  yang  merupakan  anak  perusahaan  Indika  Energy.

RUPSLB  juga  menyetujui penerbitan  surat  utang  atau  obligasi  sebesar  maksimum  USD 600  juta,  sekaligus  memberikan  persetujuan atas rencana jaminan utang kekayaan perusahaan.  

Sebelumnya, pada 22 September 2017, Indika Energy menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Kideco (Perjanjian) dengan nilai transaksi sebesar USD 517,5 juta yang akan dibayar pada saat penutupan transaksi dan kewajiban pembayaran tambahan sekitar USD 160 juta ditambah bunga sebesar maksimum 10,5% per tahun  yang  akan  dibayar  jika  Kideco  memperoleh  perpanjangan,  pembaruan  atau  konversi  izin pertambangan  Perjanjian  Karya  Pengusahaan  Pertambangan  Batubara  (PKP2B).  

Transaksi  ini  mencakup pembelian  40%  saham  Kideco  dari  Samtan  Co.,  Ltd.  (Samtan)  dan  5%  dari  PT  Muji  Inti  Utama  (Muji). Dengan total tambahan 45% tersebut, Indika Energy yang sebelumnya sudah memiliki 46% saham Kideco akan  menjadi  pemegang  saham  mayoritas  perusahaan  pertambangan  batubara  dengan  wilayah pertambangan di Kalimantan Timur itu dengan total kepemilikan 91%.  

Masuknya  Kideco  sebagai  anak  perusahaan  terkonsolidasi  akan  memberikan  nilai  tambah  strategis terhadap  Indika  Energy  mengingat  Kideco  adalah  produsen  batubara  terbesar  ketiga  di  Indonesia  yang memiliki  spesifikasi  produk  batubara  sangat  baik  dengan  tingkat  kandungan  sulphur  dan  ash  yang  sangat rendah. 

“Kideco  adalah  aset  tambang  batubara  dengan  skala  produksi  besar,  efisiensi  tinggi,  dan  rekam jejak  operasional,  keselamatan  kerja  serta  lingkungan  yang  solid  selama  lebih  dari  20  tahun,”  jelas  Arsjad Rasjid, Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy dalam siaran pers yang diterima OG Indonesia, Rabu (01/11).

Hasil  penerbitan  obligasi  sebesar maksimum USD 600 juta  dengan bunga maksimum 9,5%  per tahun  yang akan dilakukan melalui anak perusahaan terkendali yaitu Indika Energy Capital III Pte. Ltd. akan digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan pembelian tambahan saham Kideco.  

Terkait  persetujuan  atas  rencana  jaminan  utang  kekayaan  perusahaan,  Arsjad  menjelaskan  hal  tersebut diperlukan  sebagai  jaminan  pelaksanaan  kewajiban  pembayaran  kembali  atas  obligasi  dan  transaksi- transaksi pembiayaan yang akan diperoleh oleh Indika Energy. 

“Nilai surat utang yang akan diterbitkan bisa mencapai maksimum US$600 juta atau lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih Indika Energy. Persetujuan pemegang  saham  atas  jaminan  utang  yang  diperlukan  merupakan  bentuk  kepercayaan  terhadap  nilai strategis akuisisi Kideco,” jelas Arsjad.  

Transaksi pembelian saham Kideco diharapkan selesai pada akhir November 2017 dengan pemenuhan syarat dan kondisi serta diperolehnya persetujuan dari  pemerintah seperti yang tertera dalam Perjanjian. RH