Kamis, 02 November 2017

Inggris Masih Melihat Potensi Hulu Migas di Indonesia

Duta Besar Inggris untuk Indonesia
Moazzam Malik.
Foto: SKK Migas
Jakarta, OG Indonesia -- Bertempat di kantor SKK Migas di Gedung City Plaza, Jakarta, pada Rabu (01/11), pihak SKK Migas dan The Energy Industries Council (EIC) untuk Indonesia mengadakan acara Energy Industries Council (EIC) Oil and Gas 2017.

EIC 2017 dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. 

CEO EIC 2017 Stuart Broadley mengatakan partisipasi perusahaan Inggris tahun ini paling banyak jika dibandingkan beberapa tahun belakangan, sekitar 60 sampai 80 perusahaan. "Semangat EIC 2017 adalah membuat proses bisnis yang lebih cepat dan pasar yang lebih terbuka," terang Stuart.

Sementara itu Duta Besar Inggris Moazzam Malik dalam sambutannya sangat mengapresiasi pihak SKK Migas yang sudah berkontribusi bagi industri hulu migas. Menurutnya Indonesia merupakan pasar yang penting bagi dunia dan bagi Inggris sendiri.

"Indonesia masih memiliki potensi di hulu migas. Indonesia butuh terbuka untuk memajukan industri hulu migas, dan Inggris siap untuk menjadi mitra Indonesia di bidang hulu migas," terang Dubes Inggris.

Sementara itu Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi berharap EIC dapat menjadi wadah optimal bagi perusahaan Inggris dan Indonesia untuk saling membuka kesempatan bisnis.

"Indonesia masih beriklim baik bagi industri hulu migas, di mana saat ini memiliki 5 proyek besar dan 1 FID. Kerja sama dan efisiensi akan membantu bisnis industri hulu migas berjalan lebih baik lagi," ucap Amien. RH