Kamis, 23 November 2017

Jaring Investor, Data Migas akan Dibuka

Jakarta, OG Indonesia -- Pemerintah akan membuka akses data migas seluas mungkin guna menjaring para investor di sektor hulu minyak dan gas bumi. Dengan kemudahan akses data migas, pelaku di industri migas diharapkan bisa melakukan analisis secara luas mengenai potensi cekungan migas di Indonesia.

Sebagai tindaklanjut dari rencana tersebut, saat ini pemerintah dalam proses merevisi Peraturan Pemerintah No 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. “Data migas akan dibuat seterbuka mungkin,” ujar Ego Syahrial, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di acara diskusi dan peluncuran Xplorer.id di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa malam (21/11).

Peluncuran Xplorer.id, portal data dan informasi detail mengenai blok migas di Indonesia ini dihadiri sejumlah tokoh senior migas. Beberapa di antaranya adalah Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Prof Subroto, Mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, praktisi senior migas John Karamoy dan Andang Bachtiar, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Assosciation (IPA) Marjolijn Wajong, serta para eksekutif dan praktisi di industri hulu migas. Hadir pula Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Prof Suahasil Nazara.

Ego mengungkapkan keterbukaan data merupakan salah satu dari sejumlah upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di sektor hulu migas. Sejauh ini, kata dia, melalui Badan Geologi, Kementerian ESDM, pemerintah telah melakukan berbagai survei geologi yang dibiayai oleh anggaran negara untuk mengetahui potensi cadangan migas.

Saat ini, dari total 128 basin atau cekungan migas, baru 40 persen yang sudah dieksplorasi. Sisanya, 60 persen cekungan masih belum dieksplorasi. Sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur. Pemerintah berupaya melengkapi data-datanya agar pelaku industri migas tertarik untuk berinvestasi di cekungan-cekungan yang belum dieksplorasi ini.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menambahkan dengan kemudahan akses data, para kontraktor migas diharapkan bisa melakukan analisis secara lebih luas dan mendalam mengenai potensi cekungan-cekungan migas di Indonesia. Menurut dia, jika selama ini analisis dilakukan berbasiskan blok migas, ke depan bisa dilakukan analisis berbasis cekungan migas.

Arcandra menyambut baik kehadiran Xplorer.id. Menurut dia, Xporer.id bisa membantu para pemangku kepentingan di industri hulu migas, baik Kementerian maupun dunia usaha dalam melihat prospek data yang berhubungan dengan blok migas di Indonesia. “Portal ini sejalan dengan program pemerintah untuk menaikkan cadangan dan lifting migas di Indonesia,” kata Wakil Menteri.

Mantan Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo menilai kelengkapan data menyangkut wilayah migas di Indonesia memang sangat dibutuhkan oleh pelaku industri. Mereka memerlukan data-data tersebut untuk melakukan evaluasi mengenai potensi cadangan migas sebelum memutukan untuk berinvestasi di wilayah tertentu. “Xplorer.id bisa menjadi salah satu rujukan untuk evaluasi data blok-blok migas tersebut,” kata Susilo.  

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara berharap kehadiran Xplorer.id ini akan membuat informasi industri hulu migas menjadi lebih baik dan berguna bagi pelaku, pemerhati dan pengamat hulu migas. Dengan begitu, industri ini bisa diharapkan tumbuh lebih pesat. Apalagi, industri hulu migas merupakan andalan pemerintah yang berguna untuk keuangan negara, pertumbuhan ekonomi, mengurangi tekanan pada neraca pembayaran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Katadata, Metta Dharmasaputra menjelaskan ide portal Xplorer.id sejatinya sudah muncul sejak empat tahun silam. Ide ini merupakan pemikiran dari sejumlah tokoh migas yang mendorong Katadata.co.id untuk menyediakan berbagai informasi migas yang berguna bagi pengembangan eksplorasi migas nasional. Tiga tokoh di antaranya adalah mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, mantan Dirjen Migas Wiratmaja Puja dan mantan Anggota Dewan Energi Nasional, Andang Bachtiar.

Ide ini kemudian terwujud ketika Katadata.co.id bekerjasama dengan Geosains Delta Andalan (GDA) Consulting, yang sejak lama berkecimpung di bidang analisis hulu migas. Harapannya, portal ini dapat turut mendukung program pemerintah untuk menggalakkan eksplorasi migas nasional. RH