Kamis, 02 November 2017

Menteri ESDM Pastikan Pengembangan Kilang Balikpapan Masih Sesuai Target

Foto: Biro KLIK ESDM
Kutai Kartanegara, OG Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan pembangunan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modifikasi kilang Balikpapan akan tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini merupakan komitmen Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam mengimplementasikan nawacita sektor ESDM. 

“Pengembangan kilang menjadi komitmen Pemerintahan Jokowi dan harus dilaksanakan,” ujar Jonan di sela-sela acara peresmian fasilitas produksi lapangan Jangkrik, di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (31/10). 

Proyek kilang Balikpapan terdiri dari 2 tahap yang akan selesai pada Juni 2021 atau lebih cepat 22 bulan dari yang ditargetkan. Proyek RDMP diperkirakan membutuhkan pendanaan USD 4,6 miliar, dan dikerjakan dalam 2 tahap. Tahap pertama selesai tahun 2019 dan tahap kedua pada 2021.

Menurut Jonan, Kilang Balikpapan yang kapasitas produksinya saat ini 260.000 barel per hari (bph), akan meningkat menjadi 360.000 bph setelah dimodifikasi. Pertamina sendiri yang akan mengerjakan proyek tersebut.

“Ini proyek 5 miliar dolar dari 260 barel stream per hari jadi 360 ribu. Menurut saya, Pertamina akan menjalankan,” ungkapnya. 

Jonan bahkan sudah menyurati Presiden Jokowi untuk melakukan peletakan batu pertama (ground breaking). “Kami baru kirim surat ke Presiden untuk usul bahwa pengembangan kilang Balikpapan. Kami berharap sekiranya bapak presiden berkenan simbolis meninjau atau ground breaking. Mudah-mudahan Bapak Jokowi berkenan ke sini,” ujarnya.

Perkejaan proyek tersebut, imbuh Jonan, akan dimulai enam bulan dari sekarang dan nantinya produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kilang Balikpapan akan ditingkatkan hingga (memenuhi spesifikasi) Euro 5 dari sebelumnya Euro 2. “Saya kira memulai pekerjaan sudah dari 6 bulan dari sekarang termasuk Bontang, Balikpapan, Tuban, Cilacap,” terangnya. 

Sebelumnya, pihak Provinsi Kalimantan Timur memohon kepada Menteri ESDM untuk tetap melanjutkan pengembangan kilang Balikpapan. “Kami mohon kepada Bapak Menteri agar pembangunan kilang Bontang dengan kapasitas 300 ribu barel per hari tetap dibangun di Bontang karena dengan pembangunan kilang tersebut bisa menampung potensi migas dan mempercepat (pertumbuhan) industri,” harap Ichwansyah selaku Asisten II Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur. RH