Kamis, 21 Desember 2017

Cuaca Buruk, Permintaan Solar Nelayan Jepara Turun

SPBN Ujungbatu, Jepara
Foto: Hrp
Jepara, OG Indonesia -- Cuaca buruk di kawasan pantai utara Jawa membuat banyak nelayan di Jepara menghentikan kegiatannya mencari ikan di laut. Permintaan solar dari nelayan pun turun. Kendati demikian, pasokan solar untuk bahan bakar nelayan (BBN) tetap dijaga suplainya oleh Pertamina. 

Dikatakan oleh Ali Suroso, Manager Operasional Perusda Aneka Usaha, perusahaan BUMD Kabupaten Jepara yang menjadi pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Ujungbatu, selama bulan Desember sampai Februari biasanya permintaan solar dari nelayan turun. "Turun banyak, untuk bulan Desember ini baru 40 KL (kilo liter), biasanya tiap bulan sekitar 300 KL lebih," kata Ali di SPBN Ujungbatu, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (21/12).

Di Jepara terdapat sekitar 2.000 nelayan yang biasanya mendapatkan kebutuhan solarnya untuk melaut dari SPBN Ujungbatu. Untuk sekali melaut biasanya nelayan membeli solar seharga Rp 150.000 atau sekitar 30 liter. "Itu dia berangkat jam 4 subuh dan jam 1 siang sudah balik," tuturnya. 

Harga solar untuk nelayan dijual dengan harga Rp 5.150 per liternya. Diungkapkan Ali, pasokan solar dari Pertamina ke SPBN Ujungbatu terjamin aman. "Alhamdulillah aman, lancar saja," jelasnya. 

Permintaan SPBN Ujungbatu akan solar dari Pertamina sendiri selalu disesuaikan dengan kebutuhan nelayan. "Kalau sedang ramai kita bisa mendatangkan 24 KL atau bahkan 40 KL dalam satu hari. Kalau sepi ya bisa tidur, hehe," pungkasnya. RH