Jumat, 22 Desember 2017

FSPPB: Jangan Ada Deal Kontra Produktif Terkait Mahakam

Noviandri, Presiden FSPPB
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Diterminasinya kontrak Blok Mahakam pada 31 Desember 2017 nanti akan menjadi tonggak sejarah perminyakan Indonesia. Momen peralihan Blok Mahakam kepada Pertamina tersebut bisa menjadi momentum penguasaan minyak nasional di tangan BUMN. 

Hal tersebut dikatakan oleh Noviandri, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). "Ini patut di syukuri dan merupakan tantangan yg harus dijawab oleh Pertamina dengan prestasi produksi yg tentunya lebih baik dari operator yg lama," ucap Noviandri di Jakarta, Jumat (22/12).

Menurutnya, dengan penguasaan 100% oleh Pertamina, karena sampai saat ini tidak ada kabar bahwa Total E&P Indonesie menunjukan minatnya untuk mengambil porsi maksimal PI sebesar 30%, maka  tentunya setelah Pertamina setuju, Pertamina harus mempersiapkan semuanya dengan baik. "Seperti meminimalisir terjadinya penurunan produksi pada saat alih pengoperasian," jelasnya.

Noviandri mengungkapkan, adanya sinyalemen bahwa kunjungan rombongan petinggi Total dari Perancis yang direncanakan tiba pada 23 Desember 2017 untuk menemui Menteri ESDM, diharapkan tidak membuat deal-deal yang kontra produktif dengan  keadaan saat ini.

"Menteri ESDM tentunya akan konsisten dengan sikapnya yang akan tetap memberikan PI 100 persen ke Pertamina. Selamat datang blok Mahakam ke pangkuan ibu Pertiwi dan Pertamina," pungkas Noviandri. RH