Jumat, 08 Desember 2017

Ini Antisipasi PLN Disjaya Hadapi Banjir

M. Ikhsan Assaad,
GM PLN Disjaya (kiri)
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Dalam mengantisipasi kemungkinan tingginya curah hujan di Jakarta yang seringkali mengakibatkan banjir hampir setiap tahun dialami warga Jakarta, PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) melakukan antisipasi serta pengamanan listrik untuk mengurangi tingkat pemadaman pada saat banjir melalui peninggian 113 instalasi PLN yang berupa Gardu Induk (GI) dan Gardu Distribusi (GD) hingga akhir November 2017.

Peninggian Instalasi PLN ini salah satu langkah antisipasi banjir dan untuk mengamankan Aset PLN agar tidak terendam banjir. Peninggian gardu distribusi dilakukan agar instalasi listrik di gardu distribusi tidak terendam air dan terjadi kerusakan saat terjadi banjir sehingga gardu distribusi tersebut dapat tetap beroperasi melayani pelanggan. "Biaya untuk peninggian gardu itu per gardu Rp 200 juta," ungkap M. Ikhsan Assaad, General Manager PLN Disjaya di Jakarta, Jumat (08/12).

Untuk antisipasi banjir, PLN Disjaya juga membentuk tim Penanggulangan Banjir sebagai kesiapan dan kesiagaan menghadapi kemungkinan- kemungkinan terjadinya bencana banjir di Jakarta. 

Selain kesiapan pasukan, PLN Disjaya membangun pusat komando penanggulangan akibat bencana banjir yang dinamakan Disaster Recovery Center (DRC) yang merupakan pusat pemantauan kondisi sistem kelistrikan yang di dalamnya meliputi pusat data daerah beserta Instalasi PLN yang rawan banjir, pemantauan daerah yang mengalami pemadaman akibat banjir hingga pemulihan pasokan listriknya. 

"Kami punya Disaster Recovery Center yang siaga 24 jam kalau terjadi banjir. Ini dipantau secara real time selama 24 jam oleh petugas kami sehingga kalau ada kejadian bisa di-recover secara cepat," papar Ikhsan.

Ditambahkan olehnya, PLN Disjaya juga memiliki Pasukan Khusus Respon Cepat melayani segala macam keluhan dan gangguan. Pasukan yang dinamakan Detasemen Layanan Khusus 123 (DenYanSus 123) ini juga siap siaga 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan
bencana banjir. 

Denyansus memilki 2 posko yaitu di PLN Area Cengkareng, untuk melayani bagian barat ibukota, dan PLN Area Cempaka Putih yang memantau wilayah timur ibukota. Pasukan ini juga dilengkapi dengan perahu karet untuk menembus wilayah yang terendam banjir, UKB (Unit Kabel Bergerak), UGB (Unit Gardu Bergerak), UDB (Unit Diesel Bergerak) dan Crane untuk proses percepatan pemulihan pasokan listrik. 

Selain itu PLN Disjaya juga melakukan upaya-upaya peninggian 252 gardu distribusi. “Perkuatan keandalan pasokan rumah-rumah pompa ini antisipasi ganda dari PLN untuk mendukung program penaggulangan banjir pemerintah provinsi DKI Jakarta, supaya proses penanganan dan pemulihan banjir dapat cepat diatasi,” jelas Aries Dwianto, Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Disjaya. RH