Sabtu, 30 Desember 2017

Masa Natal dan Tahun Baru, Kebutuhan Elpiji 3 Kg di Sulawesi Tenggara Naik 5%

Foto: Pertamina
Kendari, OG Indonesia -- Pihak Pertamina MOR VII Sulawesi memperkirakan ada peningkatan permintaan kebutuhan elpiji 3 kilogram (3 kg) sebesar 5% dari biasanya, untuk wilayah Sulawesi Tenggara pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2018.

"Untuk konsumsi memang diprediksi untuk yang subsidi (elpiji 3 kg) ada kenaikan 5 persen, kalau yang non subisidi ada sekitar 40 persen. Pasokan kita aman, sejauh ini tidak ada gejolak di lapangan," tegas Arnaldo Andika Putra, Sales Executive LPG Rayon III Pertamina Kendari-Sulawesi Tenggara, kepada OG Indonesia di Kendari, Kamis (28/12).

Dari sisi suplai, Pertamina menjamin tidak ada kendala. Pertamina sendiri telah membentuk Tim Satgas selama masa Natal dan Tahun Baru 2018 untuk memonitor ketersediaan elpiji dari mulai H-7 sebelum Natal sampai H+7 setelah tahun baru.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, diceritakan Arnaldo, kebutuhan akan elpiji 3 kg yang paling besar berasal dari Kota Kendari, sekitar 300 ribu tabung setiap bulannya. "Dibandingkan kota lain, konsumsi yang paling tinggi itu di Kota Kendari," jelasnya.

Ia melanjutkan, selama ini tak ada keluhan dari warga Sulawesi Tenggara terkait harga elpiji 3 kg. Di mana untuk harga jual elpiji 3 kg di wilayah Sulawesi Tenggara, dari pangkalan dijual pada harga Rp 17.900. "Dari pengecer itu sekitar Rp 20-25 ribu," terangnya.

Pihak Pertamina sendiri sudah berupaya untuk membatasi jumlah pengecer elpiji 3 kg di Sulawesi Tenggara. Sehingga alokasi elpiji 3 kg hanya sekitar 30% yang disalurkan untuk pengecer, sedangkan selebihnya langsung dijual kepada masyarakat. Hal ini guna menekan naiknya harga jual elpiji 3 kg di lapangan. RH