Rabu, 13 Desember 2017

PGN Saka Catat Peningkatan Produksi Migas Sepanjang 2017

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menunjukkan kiprah positifnya di tengah gairah eksplorasi migas yang belakangan ini menurun.
 Memasuki tahun keenam berdirinya, PGN Saka tetap melakukan pengeboran lanjutan di blok South Sesulu dan blok Pangkah. Sepanjang tahun 2017, PGN Saka telah melakukan pengeboran di tiga sumur terdiri dari satu sumur eksplorasi dan dua sumur development.

Beberapa kegiatan study Seismic dan G&G juga telah dilakukan dengan tujuan 
meningkatkan pemahaman bawah permukaan, baik untuk pematangan berbagai prospek dalam wilayah kerja atau mendukung kegiatan pengeboran.

Selain itu, PGN Saka telah mendapatkan persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) untuk Lapangan Sidayu di blok Pangkah pada bulan Oktober 2017. Ditargetkan Lapangan Sidayu sudah dapat berproduksi pada kuartal II tahun 2019. 

PGN Saka juga mencatatkan kenaikan yang signifikan dalam jumlah produksi dan pendapatan tahun ini. Di mana terdapat peningkatan produksi mencapai 53.000 BOEPD dan peningkatan penghasilan secara signifikan dibandingkan target awal tahun 2017.

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut yaitu adanya sumbangan hasil produksi dari blok Pangkah sebagai blok operator di lepas pantai bagian timur Laut Jawa serta blok-blok bukan operator (non-operated) seperti blok Muara Bakau dengan Lapangan Jangkriknya, blok Bangkanai di Kalimantan Tengah dan blok Ketapang di laut Jawa, blok Sanga-Sanga di Kalimantan Timur, blok Southeast Sumatra di Laut Jawa di ujung Selatan Sumatera serta blok Fasken di South Texas, Amerika. 

Produktivitas juga didukung dengan situasi global yang kembali stabil dengan harga minyak dunia kisaran 50 hingga 60 dolar Amerika per barel.

"PGN Saka sepanjang tahun 2017 berhasil mencapai target produksi, menyederhanakan dan membuat proses operation menjadi lebih efisien dan walaupun banyak kegiatan yang sedang dilakukan, kita tetap mampu menjaga standar keamanan," kata Tumbur Parlindungan, President Director PT Saka Energi Indonesia di Jakarta, Selasa (12/12).

Menghadapi tahun 2018 mendatang, PGN Saka berharap dapat mempertahankan volume produksi migas dari blok-blok yang sudah beroperasi. PGN Saka memiliki rencana program pengeboran di tujuh sumur, dimana akan dilakukan pengeboran di empat sumur development dan satu sumur eksplorasi di blok Pangkah, Jawa Timur, satu sumur eksplorasi di blok South Sesulu di Kalimantan Timur dan satu sumur eksplorasi di Wokam II, Papua.

“Mulai tahun 2018, sebagai bagian dari strategi transformasi digital, di tengah lingkungan kerja yang mobile saat ini penggunaan sistem sekuriti data sangat dibutuhkan untuk menghindari ancaman, terutama serangan siber. Dengan adanya teknologi ini, peningkatkan produktivitas dapat terjadi, di mana seluruh informasi dan pekerjaan dapat diletakkan di sebuah sistem yang sistematis dan diakses dengan mudah melalui aplikasi sehingga pembuatan keputusan dapat segera dilaksanakan. Mengefisiensikan bisnis kita," paparnya. RH