Kamis, 11 Januari 2018

Akseleran Siap Jadi Solusi Pembiayaan Industri Penunjang Migas

Jakarta, OG Indonesia-- Melihat adanya pergerakan harga minyak dunia ke arah positif, hal ini tentunya membawa semangat bagi industri migas dan penujang migas tanah air untuk meningkatkan investasinya. Geliat optimis ini ditangkap baik oleh Akseleran yang merupakan perusahaan pelopor Crowdfunding di Indonesia.



Sebagaimana diketahui Akseleran telah resmi menjalankan bisnisnya sejak Oktober 2017, terobosan untuk menjadi salah satu lembaga pembiayaan di Indonesia mendapat respon positif dari para pelaku usaha khususnya dalam hal ini industri penunjang migas. 

Ivan Tambunan, CEO Akseleran
Kala ditemui OG Indonesia, Ivan Tambunan CEO Akseleran mengatakan bahwa pihaknya akan semakin serius untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek penunjang migas Indonesia di tahun 2018 ini, “Akseleran memberikan layanan  platform peer to peer lending dimana setiap orang dapat memberikan pinjaman usaha dengan mudah, aman dan menguntungkan, tak hanya itu keberadaan Akseleran ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku indutri untuk mendapatkan pinjaman bagi proyek-proyek  jangka pendek, sehingga akan semakin banyak peluang bisnis yang dapat diambil tanpa ragu darimana modal awal untuk menjalankan proyeknya, kami berikan kemudahan untuk prosesnya,”cetus Ivan (9/1/2018).

Tambah Ivan, “Pinjaman peer to peer lending ini sudah ada aturan yang jelas, karena OJK sudah keluarkan aturannya. Setelah kita sudah resmi terdaftar di OJK, Awal  Oktober kemarin (2017.red), kita baru launching. Responnya sampai akhir Desember, terkumpul pembiayaan 13 milyar lebih, nah untuk di 2018 ini kita akan genjot lagi dengan salurkan sampai dengan 200 milyar dalam setahun,”tambahnya.

Berbagai fasilitas pembiayaan yang fleksibel telah disiapkan oleh Akseleran, pasalnya seringkali pelaku usaha merasa kesulitan dalam mendapatkan pinjaman modal usaha dikarenakan keterbatasan persyaratan, peluang inilah yang menjadi celah Akseleran hadir dengan solusi yang banyak diminati oleh pelaku usaha.

“Akseleran melihat funding gap di Indonesia, masih banyak usaha yang belum bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan konvensional dikarenakan agunan atau syarat-syarat formal yang belum lengkap. Karena kalau untuk pinjaman bisnis, bank selalu sifatnya formal, nah di Akseleran ini semua bisa lebih mudah, pelaku usaha bisa menjaminkan hanya dengan invoice atau tagihan berjalannya, cukup fleksibel, efisien dan mudah melalui peer to peer lending ini,”papar CEO muda dan energik ini. 

Seiring dengan perjalanan bisnis yang baru ini mayoritas memang di dominasi oleh pinjaman untuk proyek-proyek yang dijalankan EPCI di sektor migas sehingga diharapkan ke depan Akseleran mampu menjadi penyedia solusi pembiayaan yang fleksibel, efisien dan mudah bagi Industri penunjang migas Indonesia.

“Harapan kami, dengan adanya Akseleran, akan muncul banyak pengusaha-pengusaha baru di Indonesia dengan usaha-usaha yang inovatif, yang menghasilkan keuntungan bukan saja bagi para pengusaha tersebut, tapi juga bagi para investor yang mendukungnya,”pungkas Ivan optimis. MB