Selasa, 23 Januari 2018

Gempa Bikin Panik Konferensi Pers Holding Migas di Kementerian BUMN

Nicke Widyawati, Fajar Harry Sampurno
dan Rachmat Hutama (kiri-kanan)
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pihak Kementerian BUMN, Pertamina, dan PGN pada Selasa (23/01) siang tadi melakukan konferensi pers di ruang Synergy Lounge lantai 3 Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Konferensi pers dilakukan jelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PGN pada Kamis, 25 Januari 2018 mendatang.

RUPSLB PGN tersebut dilakukan guna meminta persetujuan pemegang saham PGN agar dapat mengalihkan saham pemerintah yang ada di PGN kepada Pertamina dalam proses pembentukan holding migas. 

Ditekankan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, pembentukan holding migas akan dilakukan bersamaan dengan RUPSLB PGN. "RUPS itu sebenarnya persetujuan pemegang saham untuk pengalihan saham Pemerintah (di PGN kepada Pertamina)," kata Fajar Harry. 

Sedangkan untuk kepastian keberadaan posisi PGN dan Pertagas yang rencananya akan diintegrasikan dalam sub holding gas diharapkan bisa direalisasikan paling cepat Maret 2018. "Bu Menteri BUMN mengharapkan semua (PGN dan Pertagas di sub holding migas) bisa selesai pada Maret-April (2018)," ungkapnya. 

Konferensi Pers Kelar Karena Gempa

Waktu menunjukkan sekitar pukul 13.34 WIB ketika konferensi pers di lantai 3 Gedung Kementerian BUMN sudah berlangsung sekitar setengah jam. Ketika Deputi Fajar Harry tengah menyimak pertanyaan seorang wartawan tiba-tiba lantai gedung terasa goyang cukup lama. Karuan saja sejumlah wartawan menjadi panik begitu sadar ada gempa bumi sedang terjadi.

Diketahui gempa bumi dengan magnitude 6,1 skala richter pada pukul 13.34 WIB memang terjadi di 81 kilometer sebelah barat daya Lebak, Banten. Gempa tersebut bisa dirasakan sampai ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Konferensi pers soal holding migas
selesai lebih cepat karena gempa bumi


"Ada gempa ya? Jangan panik, jangan panik. Kalau ada apa-apa seperti itu kita tenang. Ini namanya after shock. Tenang dulu, jangan pakai lift, jangan lari kemana-mana," ucap Fajar Harry menenangkan. Namun tak lama berselang seorang wartawati langsung menghambur keluar ruangan meninggalkan konferensi pers. 

Setelah guncangan mereda, sesi konferensi pers terkait Holding Migas yang direncanakan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB pun mau tak mau harus disudahi. "Sudah ya. Yang mau makan silakan, yang mau pulang silakan. Thank you ya," kata Fajar Harry. Setelah itu, Corporate Secretary PGN Rachmat Hutama yang turut menjadi narasumber pun segera bergegas keluar setelah sesi konferensi pers disudahi oleh Fajar Harry.

Petugas dan keamanan gedung pun segera memberitahukan kepada semua orang untuk segera meninggalkan gedung lewat tangga darurat. Namun ternyata sejumlah wartawan masih penasaran dan melakukan sesi wawancara doorstop langsung kepada Fajar Harry Sampurno dan Direktur SDM Pertamina Nicke Widyawati, karena merasa gempa sudah lewat dan situasi dirasa sudah aman.

Sesi doorstop sempat berlangsung sekitar 5 menit sebelum akhirnya disudahi juga karena petugas keamanan gedung kembali mengingatkan untuk segera turun ke bawah. Konferensi pers holding migas pun akhirnya benar-benar kelar setelah satu per satu wartawan mulai turun dari lantai 3 menuju area berkumpul terbuka di luar gedung. RH