Rabu, 31 Januari 2018

Kepala BPH Migas Pantau BBM 1 Harga dan Bantu Korban KLB di Asmat

M Fanshurullah Asa, Kepala BPH Migas
(kanan) melakukan kunjungan ke Asmat.
Asmat, OG Indonesia -- Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa beserta tim melaksanakan pengawasan Program BBM 1 Harga di Kabupaten Asmat, Papua dari tanggal 29 Januari 2018 hinhga 1 Februari 2018 mendatang. Tak hanya fokus mengawasi BBM 1 Harga, Kepala BPH Migas dan tim juga turut memberikan bantuan sebagai dampak KLB campak dan gizi buruk di Asmat.

Sebelum bertolak ke Kabupaten Asmat, Kepala BPH Migas beserta tim melaksanakan kunjungan lapangan di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Mozes Kilangin, Timika, untuk memastikan kesiapan dari DPPU Mozes Kilangin dalam penyediaan dan pendistribusian Avtur untuk maskapai penerbangan yang digunakan untuk penanganan masalah KLB campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

"Saya sebagai Kepala BPH Migas bersama tim sedang berada di Kabupaten Asmat sejak hari Senin hingga Kamis untuk melaksanakan peninjauan langsung terkait ketersediaan, distribusi dan harga BBM di Kabupaten Asmat. Kita juga turut ikut mengatasi permasalahan yang sedang menyelimuti Kabupaten Asmat, yaitu KLB campak dan gizi buruk di Kabupate Asmat," kata Fanshurullah, Rabu (31/01).

Dipaparkan olehnya, dari pantauan tim BPH Migas, terdapat 10 badan usaha penyalur yang beroperasi di Kabupaten Asmat yang sudah memberlakukan Program BBM 1 harga bagi masyarakat Asmat.

"Selain Penyalur BBM 1 Harga, Kabupaten Asmat pun memiliki 3 sub penyalur BBM yang telah beroperasi di 2 distrik," ujar Fanshurullah.

Diceritakan Bupati Asmat Elisa Kambu kepada Kepala BPH Migas, rencananya akan dibangun sebanyak 16 Sub Penyalur dari 23 distrik yang ada di Kabupaten Asmat.

"Bupati Asmat juga menyampaikan bahwa Kabupaten Asmat membutuhkan Terminal BBM, karena selama ini BBM hanya disuplai dari TBBM Jober Timika dan TBBM Marauke. Keberadaan TBBM di kabupaten Asmat diharapkan dapat memperlancar dalam penyediaan dan pendistribusian BBM di Kabupaten Asmat dan sekitarnya," ucap Fanshurullah menyampaikan pesan Bupati Asmat.

Tapi ada temuan menarik selama kunjungan tim BPH Migas di Asmat. Ternyata, sejak tahun 2013, kurang lebih sudah ada 1500 motor listrik yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Asmat.

Hal ini dilaksanakan sesuai dengan peraturan Bupati Asmat yang menjalankan arahan dan kebijakan Menteri ESDM dalam rangka menuju era kendaraan listrik. "Penggunaan jenis BBM Premium diprioritaskan hanya untuk kapal maupun angkutan sungai yang beroperasi untuk jasa angkutan masyarakat," cerita Fanshurullah. RH