Senin, 15 Januari 2018

Masyarakat Penajam Tolak Petrochina Masuk Blok East Kalimantan

Foto: oilandgasaustralia.com.au
Penajam Paser Utara, OG Indonesia -- Pasca mundurnya Pertamina untuk menahkodai Blok East Kalimantan (Eastkal) pasca 24 Oktober 2018 sepertinya disambut Petrochina yang berani ikut lelang dengan pola Gross Split.

Tetapi usaha BUMD Benuo Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk siap menjadi operator terus berlanjut. Bahkan Bupati PPU akan membuat surat ke Presiden tentang permohonan agar pihaknya dapat mengelola Blok East Kalimantan. Namun Menteri ESDM sampai saat ini belum menjawab surat permohonan Joint Study dari PPU. 

Kabupaten PPU sendiri melalui BUMD Benuo Taka terus berupaya untuk menjadi petani penggarap blok migas eks Chevron Indonesia ini mengingat dari segi finansial, teknologi, human capital BUMD Benuo Taka mampu, apalagi sudah berstatus PSC.

Direktur Utama BUMD Benuo Taka Wahdiat Alghazali juga memberi sinyal siap bagi BUMD mengelola Blok East Kalimantan dari segi apa pun. "Kami sudah mengkaji selama setahun lebih. Patut kami sayangkan Menteri ESDM belum memberi kesempatan kepada kami melakukan Joint Study Blok Eastkal," ucap Wahdiat, Senin (15/01).

PPU juga memiliki opsi terakhir jika Menteri ESDM akan memberikan Blok East Kalimantan ke Petrochina, maka seluruh masyarakat Penajam akan menolak kehadiran perusahaan asal Tiongkok tersebut.

Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) melalui pentolannya Erly Sopiansyah mengatakan siap mendukung PPU untuk mendapatkan Blok Eastkal tersebut. "Daripada diberikan ke perusahaan China mending berikan saja ke BUMD. Inikan harta kita yang berada di depan mata kita," ujarnya.

"Kami akan menghalau siapapun perusahaan asing masuk ke Kaltim jika terbukti merugikan Kaltim," ucapnya agak keras. RH