Rabu, 10 Januari 2018

Petrochina Agresif Tingkatkan Investasi di Indonesia

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Seiring mulai membaiknya harga minyak dunia, Petrochina akan meningkatkan nilai investasinya di sektor hulu migas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Sebelumnya, rata-rata setiap tahunnya Petrochina menganggarkan sekitar US$ 300 juta per tahun. Mulai tahun 2018 ini, besaran investasinya akan lebih besar dari angka tersebut.

"Sejak tahun 2002, kami telah berinvestasi Indonesia lebih dari USD 5 miliar. Rata-rata USD 300 juta per tahunnya, tapi untuk ke depannya akan lebih besar dari itu seiring pertumbuhan kami yang agresif di Indonesia," ungkap Gong Bencai, President Petrochina International Companies in Indonesia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/01).

Untuk tahun 2018 ini, Petrochina akan menggelontorkan dana sebesar USD 343,2 juta yang terdiri dari belanja modal (Capex) sebesar USD 56,9 juta dan sekitar USD 286,3 juta untuk biaya operasional (Opex). Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2017 lalu yang nilai investasinya sebesar USD 245,8 juta, terdiri dari Capex sebesar USD 43,9 juta dan Opex senilai USD 201,9 juta.

Dengan anggaran yang kian besar, pada tahun 2018 ini Petrochina menargetkan produksi minyak dan gasnya sampai 100 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Jumlah tersebut meningkat dari capaian produksi migas tahun 2017 yang sebanyak 95 ribu BOEPD. 

Dalam kegiatan operasinya di Indonesia, anak perusahaan dari China National Petroleum Corporation (CNPC) yang bermarkas di Beijing ini terlibat dalam pengelolaan 9 blok migas yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Papua. Di mana sumbangan produksi migas terbesar Petrochina berasal dari Blok Jabung di Jambi yang pada tahun 2017 produksinya mencapai 55 ribu BOEPD.

Pada tahun 2018 ini, Petrochina berkomitmen untuk terus berinvestasi di Blok Jabung kendati masa kontrak blok tersebut akan berakhir tahun 2023. "Tahun ini kami merencanakan untuk menyelesaikan pengeboran 16 sumur baru, 17 sumur workover, dan 123 kegiatan well services di Blok Jabung," terang Gong.

Ia juga mengungkapkan akan ada tambahan produksi migas dari lapangan Sabar dan Panen di blok tersebut yang diperkirakan akan mulai berproduksi pada tahun 2018 ini. "Diharapkan tahun ini (produksi dari Blok Jabung) dapat meningkat lagi menjadi 60 ribu BOEPD," ucap Gong. RH