Senin, 08 Januari 2018

Siap Beroperasi, PLTB Sidrap I Uji Coba Interkoneksi ke Jaringan PLN

Sidrap, OG Indonesia -- Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap I dipastikan bakal segera beroperasi setelah dilakukannya uji coba interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero), yang dilakukan Minggu (07/01) kemarin.


Sebanyak 20 turbin dari 30 turbin tenaga angin yang direncanakan dan Gardu Induk (GI) telah siap untuk koneksi dengan jaringan PLN sejak minggu lalu. Masing-masing turbin yang telah terbangun dan siap terkoneksi berkapasitas 2,5 Mega Watt (MW) atau 50 MW secara total.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mendukung penuh beroperasinya PLTB Sidrap ini, bahkan dalam kunjungan ke PLTB Sidrap akhir September 2017 lalu Jonan menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan PLTB Sidrap tahap II.

"(PLTB) Tahap 1 tarifnya USD 11 sen per kWh flat, (tahap) kedua bagaimana? Kita nego lagi, kita akan akomodir, saya minta harganya bisa lebih rendah," ujar Menteri di Sidrap (30/09).

Dengan beroperasinya PLTB Sidrap I nanti, pembangkit tersebut menjadi pembangkit komersial pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi angin. Proyek dengan investasi USD 150 juta (sekitar Rp 2 triliun) yang dioperasikan PT UPC Sidrap Bayu Energi ini bila sudah beroperasi semuanya (30 turbin), mampu melistriki sekitar 70.000 pelanggan rumah tangga di Sulawesi Selatan.

PLTB Sidrap berlokasi di area perbukitan Desa Mattirosari dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang menghasilkan kecepatan angin sebesar 7 m/s dari ketinggian 80 meter. 

Jumlah turbin yang akan dibangun total sejumlah 30 turbin, dimana masing plat berkapasitas 2.5 MW WTG pada menara baja setinggi 80 meter. Turbin yang digunakan adalah turbin angin Kelas IIA dengan panjang (jari-jari) baling-baling 57 meter, sehingga total tinggi pembangkit mencapai 137 meter.

Setelah PLTB Sidrap I beroperasi, maka kapasitas terpasang PLTB secara nasional bertambah menjadi 76,1 MW dari tahun lalu yang baru teroptimalkan sebesar 1,1 MW. RH