Selasa, 16 Januari 2018

Suara Lantang Rebut Blok Rokan Mulai Digaungkan Pekerja Pertamina

Faisal Yusra, Ketua Dewan Penasehat FSPPB
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Setelah berhasil merebut Blok Mahakam jatuh ke tangan Pertamina, para pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) kini mulai menggaungkan suara lantangnya dalam upaya merebut Blok Rokan yang kontraknya akan berakhir pada tahun 2021 mendatang.

"Kita harus rebut blok-blok yang akan habis masa kontraknya, termasuk Blok Rokan yang merupakan blok yang paling besar di Indonesia," tegas Ketua Dewan Penasehat FSPPB Faisal Yusra dalam konferensi pers di kantor FSPPB, Jakarta, Selasa (16/01).

Berdasarkan data SKK Migas, Blok Rokan di Riau yang dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia saat ini memang masih menjadi penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 224 ribu barel per hari (bph).

Karena itu Faisal Yusra menekankan agar Blok Rokan tak perlu diserahkan lagi ke pihak asing dan dikelola oleh Pertamina pasca habisnya kontrak Chevron di blok minyak onshore seluas 6.264 kilometer persegi ini dalam tiga tahun mendatang.

Faisal menilai Blok Rokan termasuk blok minyak tradisional di lapangan onshore yang cukup mudah pengelolaannya sehingga tidak ada risiko besar kalau dikelola oleh Pertamina.

"Jangan cawe-cawe lagi asing di sana. Blok Rokan harus kita rebut untuk memperkuat Pertamina sehingga menjadi tulang punggung bagi negeri dan bangsa ini. Blok Rokan adalah tujuan utama kita di depan," pungkasnya. RH