Kamis, 08 Februari 2018

Cadangan Gas Sebesar 84 BSCF Berhasil Ditemukan di Blok Abar

Jakarta, OG Indonesia -- PHE Abar yang merupakan Operator untuk Wilayah Kerja (WK) Abar yang terletak di Utara WK PHE ONWJ dan sebelah Timur WK OSES berhasil menemukan cadangan gas sebesar 84 BSCF (billion standard cubic feet).

"Pada akhir Triwulan IV tahun 2017 PHE Abar telah melakukan pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X dan berhasil memperoleh cadangan gas sebesar 84 BSCF di reservoir batu pasir formasi Cisubuh dan Parigi pada kedalaman 2.600 kaki atau sekitar 800 meter," kata Theodorus Duma, General Manager PHE Abar pada Rabu (07/02). 

Blok Abar sendiri merupakan area relinquishment dari Operator sebelumnya yaitu IIAPCO – Arco – BP. Sejak penandatangan kontrak kerja sama pengelolaan WK Abar pada tanggal 22 Mei 2015, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi Abar (PHE Abar) selaku anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mempunyai program kegiatan dengan Komitmen Pasti selama tiga tahun pertama. Di mana setelah dilakukan studi Geologi & Geofisika (G&G) serta survei seismik laut 2D, PHE Abar diharuskan melakukan  pemboran satu sumur eksplorasi.

Theo juga menegaskan, formasi Cisubuh dan Parigi merupakan formasi yang baru dikembangkan, di mana sebelumnya dihindari karena berada dalam kategori shallow gas hazard. "Dengan penemuan ini, PHE Abar berhasil membuktikan potensi dari hazard menjadi cadangan yang sebelumnya dihindari," terangnya.

SKK Migas selaku pengawas, mengapresiasi kinerja PHE Abar dalam menyelesaikan Komitmen Pasti kontrak PSC dalam tiga tahun pertama dengan keberhasilan temuan sumur gas tersebut. Sementara itu, PHE Abar dalam kegiatan pemboran sumur eksplorasi Karunia 1-X ternyata juga berhasil melakukan penghematan sebesar 30% dari angka Authority for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Kemudian, selama 65 hari kegiatan operasi lepas pantai dengan total 239 pekerja, PHE Abar juga berhasil mencapai target Zero Fatality, Zero Incident, Zero Property Damage dan mempertahankan total jam kerja selamat selama 246.669 jam.  

"Hal ini terwujud berkat kerjasama yang baik antara semua pekerja dan jajaran manajemen tanpa Loss Time Incident (LTI) dengan menerapkan Pertamina Golden Rules yaitu; taat peraturan, intervensi terhadap tindakan tidak aman dan yang menyalahi peraturan, serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap QHSSE," pungkas Theo. RH