Rabu, 07 Februari 2018

IAEA: Fasilitas Iradiator Batan akan Dorong Ekonomi Indonesia

Director General IAEA Yukiya Amano
(kedua dari kiri) ditemani Kepala Batan
Djarot Sulistio Wisnubroto (paling kiri)
saat mengunjungi fasilitas iradiator Batan.
Foto: Hrp
Tangerang Selatan, OG Indonesia -- Director General International Atomic Energy Agency (IAEA) Yukiya Amano mengatakan fasilitas iradiator yang baru dimiliki Indonesia dan dikelola oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan dapat membantu sektor perekonomian di Indonesia.

"Fasilitas ini dapat memberikan pelayanan yang lengkap kepada masyarakat, bisa untuk iradiasi makanan dan produk-produk lainnya, dan itu pastinya akan berkontribusi banyak untuk ekonomi negara anda," kata Yukiya Amano dalam kunjungannya ke fasilitas iradiator Batan di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (06/02).

Dengan fasilitas iradiator yang dimiliki sendiri oleh Indonesia memang akan menunjang kebutuhan industri untuk proses pengawetan dan sterilasi lewat proses iradiasi untuk komoditas buah, ikan, rempah-rempah, bahan obat, bahan kosmetik, alat kesehatan, dan lain-lain. Dengan bantuan proses iradiasi tersebut maka kualitas komoditas produk industri dan kesehatan tersebut dapat memiliki nilai tambah ekonomi, terutama untuk komoditas yang akan diekspor.

Fasilitas iradiator selama ini memang sudah lazim serta aman digunakan dalam proses pengawetan dan sterilisasi untuk kebutuhan industri. Batan sendiri sebelumnya sudah memiliki fasilitas iradiator skala kecil yang berada di Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Sementara di Indonesia sebelumnya baru ada 1 fasilitas iradiator dengan kapasitas besar yang dioperasikan oleh pihak swasta di daerah Cikarang, Jawa Barat.

Ditambahkan oleh Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto yang turut menemani Director General IAEA berkunjung ke fasilitas iradiator Batan di Serpong, bahwa pihaknya berharap dengan fasilitas iradiator yang dimiliki Batan dapat menarik banyak pengusaha lokal untuk memakainya. 

"Kita ingin mengajak juga Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Daerah Tangerang Selatan untuk memanfaatkan ini, karena banyak komoditas yang bisa menggunakan fasilitas ini," ujar Djarot.

Diungkapkan olehnya, saat ini fasilitas iradiator Batan di Serpong terbuka untuk bisa dipakai oleh perusahaan besar sampai kegiatan usaha kecil dan menengah (UMKM). "Saat ini sudah ada lebih 100 perusahaan (yang menggunakan), karena sebenarnya sudah punya iradiator di Pasar Jumat yang kecil kapasitasnya, yang lalu diperbesar di sini (Serpong)," paparnya.

Sebagai informasi, iradiator di berbagai negara di dunia merupakan fasilitas yang lazim dan banyak digunakan. Seperti di Tiongkok ada sekitar 60 iradiator, lalu Malaysia memiliki 4 iradiator, dan di Thailand juga ada 4 iradiator. "Jadi iradiator itu sudah biasa. Kita berharap kelak misalnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan daerah-daerah yang punya pelabuhan besar untuk ekspor juga bisa menggunakan teknologi yang sama (dibangun fasilitas iradiator)," tegas Djarot. RH