Rabu, 14 Februari 2018

Produksi Minyak PHE Tahun 2017 Lampaui Target, Gas Meleset

R Gunung Sardjono Hadi, Dirut PHE
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil mencapai target produksi tahun 2017, di mana produksi minyak naik menjadi 69,3 ribu barel per hari (BPH) dari proyeksi 64,5 ribu BPH pada 2017. Pencapaian produksi ini juga lebih baik dibandingkan 2016 yang tercatat 62,588 BPH.

Sementara itu, produksi gas PHE pada 2017 turun dari target 768,5 juta standar kaki kubik per hari (MMScfd) hanya tercapai 723,5 MMScfd. Namun, produksi gas PHE pada 2017 naik tipis dibandingkan realisasi 2016 yang tercatat 722 MMScfd.

“PHE ONWJ (Offshore North West Java) masih memberi kontribusi terbesar, disusul PHE WMO (West Madura Offshore), JOB Pertamina Tomori, dan Coridor,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi di Jakarta, Selasa (13/02). 

Tahun ini, PHE memproyeksikan produksi minyak sebesar 70.407 BPH dan gas 771,07 MMSCfd. Sementara lifting minyak ditargetkan 68,08 ribu BPH dan gas 589 MMScfd. 

Gunung mengatakan, kinerja positif sektor produksi PHE berpengaruh signifikan terhadap kinerja finansial. Hal itu terbukti dari capaian pendapatan dan laba bersih yang naik  masing-masing 30% dibandingkan periode tahun sebelumnya. 

Pendapatan usaha PHE sepanjang 2017 (audited) mencapai USD 1,99 miliar. Realisasi pendapatan ini  naik dibandingkan realisasi 2016 yang   hanya USD 1,5 miliar. Sedangkan laba bersih 2017  sebesar USD 259,88 juta, naik dibandingkan 2016 yang hanya USD 191 juta.

Menurut Gunung, pencapaian pendapatan usaha tahun lalu 112% dari target dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) sebesar USD 1,778 miliar atau  106% dari target revisi RKAP yang tercatat USD 1,89 miliar. “Untuk 2018, kami memproyeksikan pendapatan usaha USD 1,97 miliar,” ujarnya.

Adapun laba bersih perseroan tahun lalu tercatat 165% dari RKAP sebesar USD 151,78 juta dan 148% dari RKAP revisi sebesar USD 170 juta. Sedangkan target laba bersih tahun ini diproyeksikan USD 211,2 juta. 

Gunung juga menjelaskan, anggaran biaya operasi (ABO) dan anggaran biaya investasi (ABI) perseroan tahun lalu juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, ABO PHE mencapai USD 858,29 juta, naik dibandingkan realisasi 2016 sebesar USD 649,58 juta. Adapun ABI tercatat USD 488,11 juta, lebih tinggi dibandingkan ABI 2016 yang mencapai USD 300,31 juta. “ Untuk tahun ini, ABO kami proyeksikan USD 1,07 miliar dan ABI sebesar USD 53,54 juta,” katanya. RH