Selasa, 27 Februari 2018

Synthesis Development Tawarkan Hunian Berbasis TOD

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Kini, ketika seorang memilih sebuah hunian maka faktor akses ke transportasi publik seperti commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit  (LRT), dan Bus Rapid Transit (BRT) juga jadi perhatian. Dengan akses tersebut, akan memudahkan masyarakat melakukan mobilitas, baik dengan kendaraan pribadi ataupun dengan transportasi publik. 

Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) saat ini memang tengah diminati. Banyak pengembang melirik potensi hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik, sebab akses tol sudah tak lagi mampu menampung pengguna mobil yang jumlahnya sudah terlalu banyak.

"Salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah dan pengembang properti adalah melakukan kolaborasi membangun kawasan yang dekat dan lengkap ada transportasi publik," kata Yoga Adiwinarto, Country Director Institute for Transportation & Development Policy, dalam diskusi di Prajawangsa City, Jakarta Timur, Selasa (27/02).

Menurutnya, untuk membangun kawasan terintegrasi dan memiliki multiplier effect yang positif harus memperhatikan transportasi publik yang akan memudahkan masyarakat atau penghuni kawasan dapat meningkatkan perkembangan daerah tersebut. 

"Saat ini, masyarakat ketika merencanakan pembelian hunian akan mempertimbangkan akses transportasi yang tersedia di lokasi tersebut. Sebuah kawasan hunian dengan kemudahan akses transportasi yang baik akan sangat diminati," jelas Yoga.

Karena itu, Synthesis Development sebagai salah satu perusahaan pengembang hunian telah lebih dulu berani menjual kawasan huniannya dengan kelebihan akses yang gampang ke sarana transportasi publik. "Di Synthesis Development kita punya hunian yang punya akses ke sarana transportasi massal yang terbaik, rata-rata hanya 15 menit ke lokasi," ucap Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development.

Synthesis Development pun berhadap ke depannya dapat berkolaborasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan PT Transportasi Jakarta untuk memberi solusi hunian yang aksesnya lebih mudah menuju sarana transportasi publik. "Kita berharap dapat mengembangkan Prajawangsa City dengan pola tata ruang sebagai kawasan superblok yang accessible di Cijantung," jelasnya. RH