Kamis, 22 Maret 2018

Keputusan Menteri ESDM Soal Blok Eastkal Buat Rakyat Penajam Geram

Foto: inibalikpapan.com
Penajam Paser Utara, OG Indonesia -- Keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan memberikan Blok East Kalimantan (Eastkal) ke Pertamina Hulu Energi (PHE) dikhawatirkan akan memicu terjadinya kemarahan rakyat Penajam Paser Utara (PPU) karena Menteri ESDM sudah berkali-kali disurati oleh Bupati PPU namun tidak pernah menggubris. Bahkan PHE yang sudah menyatakan mundur jadi kembali tertarik mengelola Blok Eastkal tersebut.

Sekjen Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB), Riduan dengan geramnya mengatakan akan membuat blokade lokasi bersama masyarakat PPU. "Kalau perlu seluruh masyarakat Penajam bersama GRKB menyetop operasional Eastkal yang ada di Penajam," tegasnya, Rabu (21/03). 

Menurutnya, keputusan Pemerintah Pusat melalui Menteri ESDM sangat melukai perjuangan masyarakat Penajam dan Kalimantan Timur secara umum. "Bayangkan saja, Blok Eastkal ini blok sisa kok masih ingin diperas oleh Pertamina. Padahal Pertamina sudah mendapat Blok Mahakam dan kami juga yang berjuang mendukung Pertamina," ucapnya.

Di tempat terpisah Wahdiat Alghazali, Direktur Utama Perusda Benuo Taka menyayangkan keputusan sepihak ini tanpa melibatkan daerah. Menurut Wahdiat, Perusda Benuo Taka sudah menyiapkan dana untuk biaya operasi pengelolaan Blok EastKal ini. 

"Kami sudah berupaya memperjuangkan dan menyiapkan kapital, tetapi keputusan ini sangat menyakitkan kami. Apalagi blok ini sudah masuk dalam Slot Declining Phase kok masih ingin direbut dengan sekelas Pertamina. Kenapa kami orang daerah yang mempunyai kemampuan, tidak diberi kesempatan menikmati sumber daya alam migas di daerah kami, untuk kesejahteraan rakyat Penajam," paparnya.

Ditambahkan Riduan, keputusan Menteri ESDM melalui Plt. Dirjen Migas ini akan menimbulkan perlawanan dari seluruh stakeholder di Penajam Paser Utara. "Keputusan ini pasti akan berbuntut panjang dan kami pun akan berpikir ulang untuk mendukung Jokowi pada 2019 mendatang," pungkasnya.