Kamis, 01 Maret 2018

Medco Ajak Petani Aceh Timur Garap Peluang Pertanian Organik

Foto: Hrp
Aceh Timur, OG Indonesia -- “Mulai sekarang, kita harus menjalankan program ramah lingkungan melalui pertanian berkelanjutan. Insya Allah, kelompok masyarakat petani di Desa Alue Itam, kecamatan Indra Makmu bertekad untuk mengubah karakter dan pola cocok tanam dari kimiawi menjadi organik. Semoga, tanaman padi SRI organik yang ditanam di Desa Alue Ie Itam dapat berhasil. Amin….”

Demikian disampaikan Ketua Badan Koordinator Antar Desa (BKAD) Kecamatan Indra Makmu, Ustad Irwandi, dalam acara program pengenalan pertanian organik ramah lingkungan pada 8-9 Februari 2018 lalu di Desa Alue le Itam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

Pada acara tersebut, petani mengungkapkan berbagai permasalahan dalam bertani dan berkebun. “Kami merasa selalu kekurangan biaya dalam mengelola sawah,” ujar beberapa petani kala itu.

Kemudian, para petani diajak menganalisa usaha budidaya pertanian mereka. Mulai dari perlakuan terhadap lahan dan tanaman, biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan serta keuntungan yang didapat dari usaha budidaya tersebut. Dari diskusi tersebut, para petani menyadari bahwa ternyata semakin lama biaya yang dikeluarkan semakin tinggi tetapi hasil panen semakin menurun. Pemakaian pupuk dan bahan kimia semakin banyak, tetapi hama semakin beragam serta tanah semakin tidak subur.

Pada kegiatan tersebut, petani diajak berdiskusi mengenai harapan dan kondisi pertaniannya saat ini. Petani yang hadir di desa tersebut mendapatkan pencerahan mengenai bertani dan berkebun yang sehat, ramah lingkungan dan hemat biaya dari para ahli pertanian organik yang didatangkan oleh Medco E&P Malaka dan bekerja sama dengan Pemerintahan Kecamatan Indra Makmu.

Program yang diselenggarakan PT Medco E&P Malaka ini bekerja sama dengan Pemerintahan Kecamatan Indra Makmu. Ustadz Irwandi turut memotivasi petani untuk bersemangat melakukan pertanian dan perkebunan organik agar produktivitas meningkat dan tidak tergantung dengan pupuk kimia.

Selain rencana implementasi pertanian organik, anggota kelompok yang juga berkebun karet akan melakukan kegiatan budidaya karet organik. Semangat petani untuk segera memulai bertani dan berkebun dengan metode organik, diikuti dengan rencana tindak lanjut implementasi program.

Tanaman Obat

Tidak hanya padi, sumber daya alam Aceh Timur lain yang bisa menjadi lapangan usaha baru adalah Tanaman Obat Keluarga Organik (TOGA). Medco E&P Malaka bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bekerja sama untuk mengembangkan potensi ini.

Pada 8-10 Februari lalu, Medco E&P Malaka menyelenggarakan Program Pelatihan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk. Harapan dari peserta pelatihan dapat mengenal tanaman-tanaman di sekitar mereka yang dapat berfungsi sebagai obat dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk mengolah tanaman obat. “Kami ingin program TOGA ini sebagai program inovasi desa kami dan menjadikan desa kami menjadi desa herbal’ ujar Haikal Geuchik Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk.

Peserta yang berasal dari beberapa desa tersebut nantinya akan disiapkan menjadi kader-kader desa yang akan menyebarkan informasi manfaat tanaman obat dan melatih masyarakat untuk pengolahannya. Selain untuk peningkatan kesehatan, TOGA juga bisa menjadi salah satu usaha masyarakat/desa dalam meningkatkan pendapatan.

Genaral Manager Medco E&P Malaka Herman Husein yakin, masyarakat Aceh Timur terutama yang di sekitar wilayah kerja Blok A, dapat memanfaatkan program-program yang dilaksanakan oleh Perusahaan.

“Program ini dilaksanakan untuk memotivasi masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi lokal untuk kesehatan dan sekaligus meningkatkan perekonomian di Kecamatan Indra Makmu dan Julok. Insyaallah program serupa akan terus kami kembangkan ke desa-desa lain disekitar wilayah kerja Blok A,” ujar Herman Husein. RH