Jumat, 09 Maret 2018

Sapa 2.352 Pelanggan, PLN Disjaya Pastikan Akurasi Meteran Listrik

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Terinspirasi film Indonesia yang sedang hits saat ini yaitu "Dilan 1990", PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menggelar kegiatan "Dilan dan Milea" (Demi Integritas Layanan dan Meter Listrik Lebih Akurat) di kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Jumat (09/03). Dengan kegiatan ini, PLN Disjaya menurunkan karyawannya langsung untuk turut mengecek akurasi Alat Pengukur dan Pembatas (APP) listrik atau meteran listrik yang ada di konsumen PLN.

Dikatakan oleh M. Ikhsan Asaad, General Manager PLN Disjaya, kegiatan tersebut dilakukan untuk melindungi dan menjaga hak-hak konsumen atas akurasi perhitungan pemakaian listrik agar sesuai dengan yang digunakan pelanggan. Dalam kesempatan ini, manajemen PLN Disjaya juga turut mengunjungi pelanggan untuk mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat.

Pengecekan akurasi APP dalam kegiatan ini dilakukan dengan metode sampling dengan mengambil sampel sejumlah 2.352 dari total 4.238.112 pelanggan PLN Disjaya. Sampling meliputi pelanggan Automatic Meter Reading (AMR), pelanggan pascabayar non AMR, dan pelanggan prabayar. 

“Pengecekan ini dilakukan untuk menjaga dan membangun kepercayaan pelanggan bahwa meter listrik yang digunakan untuk mengukur pemakaian listrik itu akurat sehingga data pemakaian yang keluar dari meter listrik tersebut sesuai dengan listrik yang dipakai pelanggan,” jelas Ikhsan.

Lebih lanjut, Ikhsan juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa APP yang ada pada konsumen PLN merupakan aset PLN yang dititipkan ke pelanggan sebagai alat ukur konsumsi energi listrik oleh pelanggan sehingga pelanggan dan pihak selain PLN tidak memiliki hak untuk mengubah, membuka segel, atau memodifikasi APP tersebut demi terjaganya akurasi pengukuran energi listrik. “Kami ingin bertemu dengan pelanggan sekaligus berpesan untuk menjaga meter listrik baik-baik," ucapnya.

Losses PLN Disjaya dari modifikasi APP dan pencurian listrik, diungkapkan Ikhsan, saat ini sudah susut menjadi sekitar 4% saja. "Itu sudah sangat bagus dan kita ingin meyakinkan kembali bahwa akurasinya sudah baik," tuturnya.

Ikhsan menambahkan, dengan perhitungan biaya listrik yang lebih akurat maka pada ujungnya juga akan berdampak positif terhadap pendapatan PLN. ""PLN Disjaya diminta untuk tumbuh sekitar 8 persen, dari tahun lalu sekitar 34 TWH maka tahun ini menjadi 40 TWH atau sekitar Rp 44 triliun sampai Rp 50 triliun untuk tahun ini," pungkasnya. RH