Kamis, 01 Maret 2018

Universitas Pertamina Terima Hibah USD 25.000 dari Universiti Teknologi Petronas

Jakarta, OG Indonesia -- Sebanyak enam Dosen Universitas Pertamina mendapatkan hibah penelitian dari Universiti Teknologi Petronas senilai USD 5.000 untuk setiap proposal. Pemberian hibah ini merupakan wujud kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pada 11 Januari 2017 lalu. Kerjasama mencakup di sejumlah bidang yaitu penelitian, pengabdian masyarakat, dan pertukaran dosen atau mahasiswa.
 
Proses seremoni pemberian hibah telah dilakukan pada 22 Februari 2018 lalu dan dihadiri oleh Rektor Universitas Pertamina, Pejabat Kantor Wakil Rektor III Universitas Pertamina Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama, Prof. Azmi Mohd Shariff  yang adalah Director Of Research Institute, Universiti Teknologi Petronas, serta para dosen penerima hibah. 

Adapun dosen-dosen penerima hibah adalah Ade Irawan, PhD  (Utilization of Advanced Wireless Communication on Decision Making Strategy to Improve Safety Performance and Productivity in Oil and Gas Industries), Raissa, Msi (Photocatalytic hydrogen generation and water treatment from biomass-derived feedstocks by using CdS nanoparticles), Dr.Eng. Sri Hastuty (Evaluation of Natural Fibre Honeycomb Sandwich as Corrosion Resistant Material in On-shore Platforms), Muttaqin Yasin (Development of flexible and stretchable hybrid 3D graphene-MXenes based strain sensor for oil pipeline monitoring), dan Dr Rifki Muhida (Computational study on the impact of ionic liquid based surfactant on the formation of water in oil microemulsion).

Menurut Agung Pramudito, Ph.D selaku Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Universitas Pertamina, pemberian dana hibah ini merupakan wadah yang bermanfaat untuk melakukan kajian di bidang pengembangan energi dan teknologi yang berguna bagi komunitas dan masyarakat. 

“Kenapa kita pilih kerjasama dengan UTP karena adaanya kesamaan induk dan model  mungkin akan banyak yang kita pelajari karena UTP sudah lebih berpengalaman sehingga banyak yang bisa kita pelajari, harapannya apa yang baik dari mereka bisa kita bawa kesini sehingga kita dapat lebih berkembang lagi,” ucapnya.

Agung menambahkan bahwa dosen juga dapat mengasah dan mengembangkan kapasitas diri mereka dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Dosen yang menerima dana hibah tersebut akan diberikan jangka waktu selama satu tahun untuk menyelesaikan kajian mereka di bidang energi dan teknologi dimulai dari bulan maret 2018 – Februari 2019. 

Ke depan, kedua perguruan tinggi berharap semakin banyak dosen atau peneliti yang dapat berpartisipasi di dalam pengembangan kajian berbasis teknologi dan bisnis energi. RH