Rabu, 25 April 2018

Harga Batu Bara Meningkat, Astra Raup Untung dari Bisnis Alat Berat dan Tambang

Foto: Hrp

Jakarta, OG Indonesia -- PT Astra Internasional Tbk mengungkapkan volume penjualan alat berat, kontraktor penambangan dan pertambangan di grup usahanya diuntungkan dengan meningkatnya harga batu bara belakangan ini.

Dikatakan oleh Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra Internasional  Tbk, laba bersih dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi dari grup Astra meningkat sebesar 68% menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal I tahun 2018.

“Grup Astra diperkirakan akan terus mendapat keuntungan dari harga batu bara yang stabil," kata Prijono dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra di Menara Astra, Jakarta, Rabu (25/04).

Dipaparkan olehnya, PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 69% menjadi Rp2,5 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi dan kontraktor penambangan serta kegiatan pertambangan, sebagai dampak dari peningkatan harga batu bara.

Pada segmen usaha mesin konstruksi, volume penjualan alat berat Komatsu mengalami peningkatan sebesar 38% menjadi 1.171 unit, di mana pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga meningkat.

PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak perusahaan UT di bidang kontraktor penambangan batu bara, mengalami peningkatan produksi batu bara sebesar 6% menjadi 26,5 juta ton dan kontrak pengupasan lapisan tanah (overburden removal) meningkat sebesar 22% menjadi 207 juta bank cubic metres. Sementara anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 36% menjadi 2,6 juta ton.

Sedangkan PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), perusahaan coking coal yang 80,1% sahamnya dimiliki UT dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017, berhasil mencatatkan penjualan batu bara sebesar 111.000 ton.

Lalu, PT Acset Indonusa Tbk (Acset), perusahaan kontraktor umum yang 50,1% sahamnya dimiliki UT, mencatat peningkatan laba bersih sebesar 27% menjadi Rp39 miliar, diakibatkan oleh peningkatan pendapatan terutama dari proyek-proyek konstruksi infrastrukturnya. RH