Senin, 02 April 2018

Jasa Armada Indonesia Bidik 5 Kontrak STS dari Sektor Migas

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pada tahun 2018 ini, PT Jasa Armada Indonesia, Tbk (JAI), membidik kontrak-kontrak ship to ship (STS) untuk mendongkrak laba perusahaan. JAI menargetkan ada sekitar lima perusahaan yang akan berkontrak dengan perusahaan untuk jasa STS.

Pasca restrukturisasi bisnis di tahun 2017, JAI memang kehilangan pendapatan dari jasa pemanduan kapal. Untuk mengompensasinya, anak perusahaan Pelindo II ini mengalihkan ke lini bisnis lainnya yaitu jasa STS. Untuk STS ini JAI memfokuskan layanannya kepada perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas bumi (migas).

"Untuk tahun ini target kita ada 5 STS yang akan kita tangani, mudah-mudahan sih lebih. Untuk kegiatan STS itu memang peluang yang terbesar berasal dari sektor migas," kata Herman Susilo, Direktur Keuangan dan SDM PT JAI di Jakarta, Senin (02/04).

Ditambahkan oleh Supardi, Direktur Komersial dan Operasi PT JAI, tiga dari lima kontrak sudah didapat yaitu untuk kontrak di Blok Jabung milik PetroChina di Jambi, fasilitas FSRU Nusantara Regas di Teluk Jakarta dan Terminal LNG Bojonegara kepunyaan PGN di Banten. Sementara dua sisanya masih dalam tahap proses untuk mendapat izin pelimpahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. 

"Saat ini sedang kita tunggu untuk keluarnya pelimpahan di wilayah Palembang yaitu di offshore di ambang luar Sungai Musi, mudah-mudahan bulan depan akan keluar," ungkap Supardi. "Next-nya di daerah Sungai Lilin (Musi Banyuasin) juga sudah menunggu kita," sambungnya.

Diharapkan dengan kontrak-kontrak dari jasa STS tersebut dapat mendongkrak laba JAI di tahun 2018 ini. Sebagai informasi, selama tahun 2017 JAI mencatatkan pertumbuhan laba bersih 2,86% dari Rp 117,06 miliar di tahun 2016 menjadi Rp 120,41 miliar di tahun 2017. RH